3 Cara Gunakan Uang Pesangon

    1168
    0
    SHARE
    Sumber Foto: www.bprdbl.co.id

    Beberapa pekan terakhir, saya lagi rajin menulis hal-hal yang terkait dengan pemutusan hubungan kerja atau PHK. Kebetulan situasinya memang sedang marak PHK di berbagai sektor, termasuk di industri pers. Sudah ada dua artikel saya tulis. Pertama berjudul Jaga Optimisme Anda. Kedua, 5 Tips Hadapi PHK. Kedua artikel ini termasuk cukup populer. Kali ini saya ingin menulis artikel ketiga tentang bagaimana sebaiknya Anda Menggunakan uang pesangon Anda.

    Mungkin Anda sedikit “panik” ketika tiba-tiba melihat angka dalam rekening tabungan Anda dalam jumlah sangat besar. Saking paniknya, Anda bingung mau diapakan uang tersebut. Kalau Anda tidak punya rencana yang baik dan terukur, bukan tidak mungkin uang itu akan cepat menguap dan habis dalam waktu sekejap karena Anda tergoda untuk membeli sesuatu yang diinginkan.

    Nah, agar uang pesangon Anda itu tidak cepat hilang, berikut ini tiga usulan saya cara penggunaannya.

    1. Masukkan ke deposito
    Jangan biarkan uang pesangon Anda berada di rekening biasa. Sebab Anda pasti akan tergoda untuk terus menariknya setiap waktu. Mungkin Anda memang menariknya tidak seberapa, tapi kalau keseringan maka suatu saat, tanpa sadar, akan habis juga.

    Nah, untuk menghindari hal tersebut maka lebih baik Anda alihkan sebagian dana itu ke deposito. Pada saat bersamaan disiapkan pula dana cadangan untuk mengantisipasi situasi di mana tiba-tiba Anda membutuhkan dana besar. Di deposito, Anda bisa tabung untuk jangka waktu tertentu, misalnya tiga bulan, enam bulan, atau satu tahun.

    Selama uang pesangon Anda ada di Deposito, Anda bisa mempersiapkan rencana usaha. Misalnya mencari peluang usaha apa yang bisa dilakukan, mencari tempat yang strategis, dan melakukan survei pasar kecil-kecilan. Begitu tanggal jatuh tempo tiba, Anda bisa tarik deposito untuk mulai dengan bidang usaha yang sudah dipilih.

    2. Simpan di pasar uang
    Bila Anda ingin mendapat bunga atau laba lebih besar, simpanlah uang pesangon Anda di pasar uang. Anda bisa beli saham atau ditanam di reksa dana. Tapi investasi di pasar uang ini, terutama di pasar saham, risikonya lebih tinggi daripada deposito. Tapi juga menjanjikan untung yang lebih besar.

    Karena itu, sebelum memilih berinvestasi ke pasar uang guna menghindari kerugian, Anda bisa bertanya kepada teman-teman Anda yang paham dan berpengalaman investasi di pasar uang terlebih dahulu. Atau kalau tidak, bacalah buku-buku tentang pasar modal yang tersedia begitu banyak di toko buku. Salah satu buku yang saya rekomendasikan adalah karya Prof Adler Haymans Manurung berjudul “Berani Bermain Saham” terbitan Buku Kompas. Saya sudah membaca buku ini. Anda juga perlu membaca buku kumpulan tulisan tersebut. Dengan informasi-informasi itu, Anda bisa tahu kapan saat yang tepat masuk ke pasar saham.

    Atau kalau Anda ingin investasi di Reksa Dana, belajarlah dari teman-teman Anda yang sungguh mengerti tentang reksana dana. Tanyakan juga, reksa dana-reksa dana apa saja yang terpercaya. Jangan asal pilih reksa dana. Pilihan jenis reksa dana akan sangat menentukan investasi Anda berhasil atau tidak.

    Terkait itu, baca juga buku-buku tentang reksa dana seperti karya Rudiyanto. Ia menerbitkan buku reksa dana antara lain berjudul “fit.focus.finish, Panduan Mencapai Kesuksesan Finansial Melalui Investasi Reksa Dana” terbitan Elex Media Komputindo, Jakarta 2015.

    Baik investasi saham di pasar modal maupun reksa dana umumnya investasi jangka panjang. Para penulis dua buku yang saya sebutkan di atas menyebutkan bahwa investasi di pasar uang dan reksana dana akan meraih untung bila disimpan untuk jangka panjang, minimal lima tahun.

    3. Buka Usaha
    Bila selama ini Anda sudah siap dengan konsep dan bidang usaha yang hendak digeluti, maka uang pesangon bisa menjadi modal awal untuk memulai usaha tersebut. Tapi tetap hati-hati dengan pilihan usaha Anda agar tidak bangkrut dan uang pesangon Anda hilang begitu saja.

    Pilihlah satu dari tiga hal di atas untuk “menyelamatkan” uang pesangon Anda. Tapi kalau jumlahnya banyak, maka tidak ada salahnya juga untuk mencoba berinvestasi di ketiga hal itu. Atau mungkin Anda punya pilihan investasi yang lebih cocok? Silahkan dicoba. (Alex Madji)