Home Inspirasi Antara Paus Fransiskus dan Falcao

Antara Paus Fransiskus dan Falcao

715
0
SHARE

Permulaan September 2014, pelatih Arsenal Arsene Wenger terbang ke Roma, Italia. Dia didapuk menjadi pelatih salah satu tim dalam pertandingan amal untuk mempromosikan perdamaian dunia yang digagas Paus Fransiskus. Satu tim lainnya diasuh pelatih Timnas Argentina, Gerardo “Tata” Martino.

Yang terlibat dalam pertandingan ini adalah para mantan bintang sepakbola, para pemain dan pelatih sepakbola dari berbagai agama di seluruh dunia seperti Kristen, Islam, Hindu, Budha, dan Yahudi. Sebut saja misalnya, Diego Armando Maradona, Roberto Baggio, pelatih Atletico Madrid Diego Simeone, Javier Mascherano, Javier Zanetti, dan masih banyak yang lain lagi.

Tidak penting hasil dari pertandingan ini. Yang terpenting adalah pesannya, yaitu mempromosikan perdamaian dunia. Pasalnya, sepakbola adalah sarana yang paling bagus dalam mempromosikan dunia. Banyak nilai yang terkandung dalam sepakbola yang bisa mendorong perdamaian dunia.

Sepulang dari Roma, Wenger dikritik pedas di Inggris, terutama oleh fans Arsenal. Gara-gara terlibat dalam kegiatan amal ini, Arsenal gagal mendapatkan Radamel Falcao yang akhirnya memilih bergabung dengan Manchester United. Padahal, kalau Wenger tidak ke Roma, kemungkinan besar Falcao hijrah ke Emirates.

Tetapi yang menarik perhatian saya adalah jawaban Wenger menanggapi kritikan tersebut. Menurutnya, datang ke Vatikan dan bertemu Paus Fransiskus adalah kesempatan langka dan tidak bisa dilewatkan begitu saja. Karena itu dia lebih memilih ke Roma dan bertemu Sri Paus daripada mengejar Falcao di bursa transfer.

Mengapa Wenger begitu ngotot ke Vatikan? Ini dia jawabannya. “Saya adalah seorang Katolik. Ini sebuah pengalaman dan sesuatu yang sudah lama saya terima. Bertemu Paus adalah sesuatu yang langkah yang tidak ingin melewatkannya,” kata Wenger seusai pertandingan amal tersebut.

Dia melanjutkan, “Dia (Sri Paus) adalah seorang yang hebat, sangat rendah hati dan mau bertemu dengan siapa pun. Dia juga seorang penggemar sepakbola. Dia pendukung San Lorenzo di Argentina. Anda tidak bisa lahir di Argentina dan tidak dapat menjadi seorang penggemar sepakbola. Dia berbicara dengan begitu banyak orang Argentina, karena itu saya ingin menyampaikan salam dan berkata, ‘sangat menyenangkan bertemu Anda dan sampai jumpa.”

Selain itu, kedatangan Wenger ke Roma juga karena pertandingan tersebut adalah untuk perdamaian dan demi saling pengertian antaragama. “Saya kira sekarang kita berhadapan dengan perang antaragama di Gaza. Karena itu, pertandingan ini sangat penting,” tutupnya.

Lagipula, kata Wenger, dia sudah bekerja keras sepanjang jendela transfer dan mendapatkan sejumlah pemain berkelas. Karena itu tidak berhasil mendapatkan Falcao sama sekali tidak mengurangi kualitas timnya dalam mengarungi musim ini. Meskipun, Arsenal terseok-seoak di awal musim 2014-2015.

Bagi Wenger yang terpenting adalah bisa beraudiensi dan berjabat tangan dengan Paus. Sri Paus adalah orang hebat dan momen itu tidak ingin berlalu begitu saja. Lebih dari itu, Wenger, bersama Paus, ikut mendorong perdamaian dunia, meski melalui pertandingan amal yang kalah prestisius dengan Liga Utama Inggris ataupun Liga Champions. (Alex Madji)

Keterangan foto: Arsene Wenger memperhatikan pemainnya Diego Armando Maradona pada laga amal untuk perdamaian dunia di Stadion Olimpico awal September 2014. Foto: www.dailymail.co.uk