Home Inspirasi Antara Pernikahan Istana dan Keraton

Antara Pernikahan Istana dan Keraton

522
SHARE


Pernikahan Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, putra bungsu pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Ani Yudhoyono dengan Siti Rubi Aliya Rajasa, putri Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa usai sudah. Keduanya sudah sah menjadi suami istri. Tinggal menunggu resepsi di JCC pada Sabtu, 26 November 2011.

Ijab kabul dan akad nikah yang berlangsung di Istana Cipanas, Kabupaten Cianjur Jawa Barat itu disiarkan Trans corporation milik Chairul Tanjung yang dekat dengan SBY dan Hatta Rajasa. Sehingga publik pun bisa menyaksikan detik-detik paling bersejarah dalam perjalanan kisah cinta Ibas dan Aliya.

Di Cipanas, warga menontong detik-detik ijab kabul dan akad nikah ini melalui layar lebar yang disiapkan di lapangan terbuka yang tidak jauh dari Istana Cipanas. Foto yang diambil wartawan Suara Pembaruan Ruht Semiono seperti yang saya tampilkan di atas memperlihatkan antusiasme warga sekitar istana menyakiskan acara tersebut.

Sebulan silam, tepatnya 18 Oktober 2011, Raja Yogyakarta, Sultan Hamengkubuwono X menikahkan putrinya Gusti Kanjeng Ratu Bendara dengan Achmad Ubaidillah atau Kanjeng Pangeran Haryo Yudanegara.

Dibandingkan dengan pernikahan Ibas-Aliya, pernikahan Ratu Bandera dengan Pangeran Haryo Yudanegara jauh lebih iruh. Pernikahan Ibas-Aliya kalah pamor dan tidak terlalu menyedot perhatian publik. Paling tidak, di kantor saya, tidak semua orang menyaksikan acara itu. Hanya dua dari delapan televisi yang memutar channel Trans. Jadi hanya mereka yang berada di dekat dua televisi itu yang melihat acara tersebut. Sisanya, melihat acara-acara lain di channel berbeda.

Sementara pernikahan Ratu Bandera dan Pengaran Haryo Yudanegara mendapat perhatian yang luas. Liputan televisi dan media cetak juga massif. Perhatian publik pun tersedot. Rakyat Yogyakarta berjejal di pinggir jalan menyaksikan kirap pengantin. Mirip dengan The Royal Wedding di Inggris.

Maklum, dua pernikahan ini memang berbeda. Yang satu (Ibas-Aliya) pernikahan rakyat biasa yang kebetulan menjadi anak seorang presiden dan pejabat negara. Dan karena itu tidak memiliki pakem dan tradisi turun temurun. Sedangkan yang lain (Ratu Bandera-Pangeran Haryo Yudanegara) pernikahan kerajaan yang memiliki tradisi dan tata cara serta pakem yang hidup secara turun temurun selama berabad-abad. Sama dengan pernikahan keluarga kerajaan Inggris yang selalu menyedot perhatian mayoritas manusia di muka bumi ini.

Selain itu, kedua pernikahan itu berlangsung di istana. Yang satu di Istana milik negara dan yang lain di Istana milik kerajaan. Apakah pernikahan itu dibiayai oleh negara? Menurut pengakuan SBY, Juru bicaranya Julian Aldrin Pasha, dan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, tidak sepeser pun uang negara diambil untuk pernikahan Ibas-Aliya. Biaya pernikahan murni uang SBY dan Hatta Rajasa. Apakah SBY menyewa tempat Istana Cipanas? Hanya mereka yang tahu.

Pertanyaan soal penggunaan uang negara pernah juga ditanyakan wartawan pada pernikahan Agus Harimurti Yudhoyono dengan Anissa Larasati Pohan enam tahun silam. Ketika itu jumpa persnya di Istana Bogor tempat resepsi pernikahan berlangsung. Seorang teman wartawan bertanya penggunaan uang negara dalam pernikahan itu.

SBY tidak menjawab pertanyaan itu, tapi langsung menghentikan jumpa pers. Dan pergi. Setelah itu, teman wartawan tadi dilarang meliput di Istana. Kali ini SBY tidak ditanya wartawan. Dia berbicara sendiri tentang tidak ada anggaran negara dalam pernikahan Ibas dan Aliya.

Ah daripada pusing-pusing memikirkan dana negara dalam pernikahan itu, toh KPK juga tidak mampu mengusutnya, lebih baik kita memberi ucapan selamat kepada Ibas dan Aliya. Selamat Bahagia ya, semoga langgeng sampai kakek nenek dan jauh dari gosip seperti para selebritis negeri ini. (Alex Madji)