Home Inspirasi Apakah Anda Sudah Sukses?

Apakah Anda Sudah Sukses?

676
0
SHARE

Hari ini, saya mendengar talk show di sebuah radio. Mereka bercakap tentang kesuksesan. Sayang, pembawa acaranya terlalu banyak ngomong. Hingga saya mematikan radio, baru satu pendengar yang telepon dan mendefinisikan kesuksesan menurut dia.

Saya kemudian terinspirasi membahas topik tersebut di blog ini. Lalu saya mengajukan pertanyaan “Apa itu kesuksesan menurut Anda? Dan, apakah Anda sudah sukses?” kepada teman-teman saya di dua grup blackberry messenger (BBM) yang saya ikuti.

Maxi Adil anggota Grup BBM New_Magni *music* yang beranggotakan 23 orang adalah orang pertama yang menjawab. Menurut dia, kesuksesan itu sederhana saja. “Sukses berarti apa yang saya impikan tercapai atau juga apa yang saya rencanakan terwujud seperti yang saya maui. Berdasarkan definisi itu, saya bisa katakan saya belum sukses. Tetapi sedang menuju ke sana. Dukung saya untuk sukses,” ujarnya.

Laury, anggota lain Grup BBM itu, mengamini pendapat Maksi. Sementara menurut Doni Muksydayan, sukses adalah ketika seseorang merasa puas atas capaiannya. Sedangkan Santi menilai, sukses itu tak ada batasnya. “Menurut saya dan menurut orang lain pasti beda. Saya sedang menuju sukses,” ucap karyawati di sebuah rumah sakit swasta itu.

Dinamis
Pendapat yang mirip juga dipaparkan oleh anggota Grup BBM Sanpio 88 (teman-teman SMP-SMA di Seminari Pius XII Kisol, Manggarai Flores NTT) yang beranggotakan 17 orang. Romo Alon Jonson yang sedang menjalani tugas belajar di Jakarta, satu dari lima teman seangkatan kami yang menjadi pastor berpendapat, kesuksesan bukan sesuatu yang statis tapi dinamis. “Kalau kita menganggap kesuksesan (sebagai) sesuatu yang statis dan kaku maka tamatlah perjuangan dan kreativitas kita. Itu sih menurut saya,” ucapnya.

Seorang teman lainnya Eric Tandar memberi jawaban yang lebih dalam. Dia menulis, “Ada yang bilang begini, “there is more to success that we normally perceive it to be”. Orang bisa memperoleh pencapaian yang sama dalam hidup tapi yang lain mungkin belum merasa dirinya sukses. Jadi sukses lebih ke perasaan personal/the sense of fulfillingness.”

Dia lalu menilai teman-teman seangkatannya di SMP-SMA dulu semuanya sukses. Ada yang sukses menjadi pastor, sukses sebagai wartawan, sukses sebagai pegawai. Dan, ada juga yang sukses meminjam uang dari bank atau lembaga kredit untuk membeli barang. “Tetapi mudah-mudahan kita semua sukses membahagiakan keluarga dan orang-orang yang kita cintai. Itu yang penting. Yang paling penting lagi, apa pun bentuk kesuksesan kita, jangan membuat kita sombong karena itu tidak baik,” imbuhnya menasehati.

Jawaban yang sama juga disampaikan Tarsisius Afirman. Menurutnya, kesuksesan itu sulit didefinisikan karena standarnya sangat bersifat personal. “Seorang petani yang sukses secara ekonomi di kampungnya belum tentu sukses jika dibandingkan dengan petani lain di tingkat yang lebih tinggi: desa atau kecamatan misalnya. Dan pada akhirnya kesuksesan itu tergantung “rasa seseorang” terhadap apa yang telah dicapainya,” tutupnya.

Sedangkan Ansi Lema yang sehari-hari bekerja sebagai presenter di sebuah stasiun televisi dan dosen di sebuah universitas swasta di Jakarta menilai, pertanyaan ini gampang-gampang susah untuk dijawab, sambil menyebut sejumlah teman seangkatan yang menurutnya sudah sukses. “Teman-teman semua di forum ini juga sudah sukses,” katanya.

Dari pendapat teman-teman di atas ada satu benang merah yaitu bahwa kesuksesan itu bersifat personal. Kesuksesan itu bersifat dinamis. Bukan statis. Menurut saya, teman-teman saya sukses, ternyata menurut mereka sendiri belum. Begitupun sebaliknya. Menurut saya, teman saya yang mendapat gaji belasan atau puluhan juta, punya rumah dan mobil sudah sukses, ternyata menurut mereka sendiri belum sukses. Jadi, apakah Anda sudah sukses? Hanya Anda sendiri yang bisa menjawabnya. (Alex Madji)