Home Umum Atasi Banjir dan Macet, Ahok/Djarot Lebih Meyakinkan

Atasi Banjir dan Macet, Ahok/Djarot Lebih Meyakinkan

484
0
SHARE
Sumber Foto: Tribun Jateng - Tribunnews.com

Artikel ini adalah kelanjutan dari artikel saya sebelumnya berjudul Ahok-Djarot Unggul Program. Sebagai kelanjutan, saya mencoba melihat lebih detail program ketiga pasang calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta; Agus Harimurti Yudhoyono/Sylviana Murni, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)/Djarot Saiful Hidayat, dan Anies Baswedan/Sandiaga Uno.

Semakin kita melihat program mereka secara detail, makin tampak perbedaannya. Saya hanya fokus pada dua masalah pokok di DKI Jakarta yaitu kemacetan dan banjir. Ini dua masalah laten yang dialami berpuluh-puluh tahun. Belum ada satu gubernur pun yang sukses mengatasi total dua masalah ini.

Sayang, pasangan Agus/Syilvi tidak membuat item khusus untuk menyelesaikan dua masalah besar ini. Untuk mengatasi kemacetan, keduanya memasukkannya pada program aksi berjudul “Porgram Aksi untuk Mewujudkan Jakarta yang Nyaman dan Bermartabat”. Tapi yang terkait langsung dengan masalah ini hanya tiga poin, yaitu poin a, d, dan e.

Lengkapnya begini: a) Penataan manajemen lalu lintas untuk mencegah kemacetan. b) Tersedianya fasilitas publik terutama di lembaga-lembaga pemerintahan yang ramah terhadap penyandang disabilitas. c) Meningkatkan akses dan fasilitas untuk untuk kesejahteraan lansia. d) meningkatkan kuantitas dan kualitas infrastruktur jalan, baik untuk kendaraan bermotor, sepeda, dan pejalan kaki. e) menambah feeder untuk Transjakarta dan mendorong berdirinya sarana parkir vertikal di lokasi-lokasi tertentu. f) Mendirikan social centre yang mewadahi kebutuhan masyarakat khususnya kaum muda akan olahraga, budaya, kreativitas yang terintegrasi dengan konseling untuk kaum muda.

Sementara untuk mengatasi banjir, pasangan ini menyelipkannya dalam program aksi nomor 2 berjudul “Program Aksi untuk Mewujudkan Jakarta yang Aman”. Namun yang betul-betul terkait dengan masalah banjir hanya poin a dan b.

Selengkapnya mereka menulis begini: a) Meningkatkan kualitas dan fungsi saluran dan drainase perkotaan. b) Meningkatkan kualitas normalisasi bantaran, saluran sungai, waduk, dan situ. c) Mencegah dan memberantas kriminalitas perkotaan dan premanisme. d) Meningkatkan kualitas taman dan ruang terbuka di wilayah-wilayah pemukiman. e) Membantu peningkatan efektivitas keterpaduan aparatur wilayah untuk keamanan (kelurahan, babinkamtibnas, babinsa). f) Meningkatkan infrastruktur monitoring dan pengawasan keamanan wilayah. g) Memberantas kejahatan penyalahgunaan narkoba. h) Mencegah dan memberantas ancaman terorisme.

Sementara pasangan Ahok/Djarot memiliki 8 agenda besar untuk mengatasi banjir di bawah judul “Penanggulangan Banjir”. Saya hanya kutip tiga: Menjalankan program pengembalian fungsi sungai dan kali yang sudah banyak ditempati hunian liar dan program relokasi ke rumah susun, mewajibkan lurah dan camat untuk memastikan tidak ada bangunan liar di atas saluran air di Jakarta serta menyelesaikan normalisasi sungai melalui program JEDI.

Menambah kapasitas pompa air dua kali lipat dari kapasitas saat ini untuk mempercepat surutnya genangan dan tindakan preventif banjir, terutama di daerah-daerah yang rendah dekat dengan aliran sungai, cekungan, dan kawasan Pantai Utara.

Pembangunan waduk di hulu sungai melalui pemberian hibah untuk Pemda sekitar Jakarta untuk mengatur debit air yang masuk Jakarta.

Kemacetan

Sedangkan untuk mengatasi kemacetan di Jakarta, pasangan usungan PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Nasdem, dan Partai Hanura ini menawarkan 15 agenda di bawah judul “Transportasi”. Saya juga cukup mengutip tiga proyek ambisius yaitu: “Menyelesaikan pembangunan MRT Tahap 1 agar beroperasi di tahun 2019, memulai konstruksi tahap 2 Rute Bundaran HI-Ancol Timur sepanjang 13,5 kilometer di tahun 2019 dan konstruksi East-West tahap 1 rute Ujung Menteng-Kembangan sepanjang 27 kilometer di tahun 2020.

Mengintegrasikan seluruh operator bus dalam Transjakarta agar standar pengelolaan dan pelayan bus di seluruh rute bisa bersaing dengan kota-kota maju di dunia serta bisa dievaluasi berkala dengan indikator yang terukur.”

Program besar lain yang sangat menarik adalah “Membangun jaringan 7 koridor LRT dalam kota sepanjang 110 kilometer dimulai dengan rute Kelapa Gading-Velodrome sepanjang 6 kilometer untuk Asian Games 2018.”

Ada pun pasangan Anies/Sandiaga juga memiliki program untuk mengatasi masalah banjir. Karena isinya pendek-pendek, saya mengutip lurus-lurus saja program mereka sebagai berikut:

Revitalisasi tanggul dan pompa air

Memberikan BLT untuk korban banjir

Membangun sistem distribusi air dan lingkungan hijau

Penerapan kebijakan zero run-off (Nol Limpahan) di bagian hilir, yang intinya adalah semua air dimaksimalkan untuk diserap lagi ke dalam tanah, bukan dialihkan ke saluran.

Komunikasi yang lebih efektif dalam urusan pembebasan lahan

Sedangkan untuk masalah kemacetan, keduanya menawarkan program-program berikut ini:

Melakukan penertiban dengan saksi tegas terhadap pengendara yang melanggar rambu-rambu lalu lintas

Menerapkan sistem “buka lebih siang & tutup lebih malam” bagi kantor pemerintah

Menerapkan sistem berbagi kendaraan (carpooling) dengan memberikan kompensasi tunai bagi yang melakukan melalui aplikasi daring.

Memberikan jaminan keselamatan dan ketepatan waktu bagi pengguna angkutan umum

Menambah jumlah armada angkutan umum

Mengontrol kelayakan armada angkutan umum

Memberikan potongan harga untuk transportasi umum

Pembangunan infrastruktur yang memadai

Memberlakukan tarif parkir dan pajak tinggi bagi kendaraan bermotor

Percepatan pembangunan moda transportasi massal berbasis rel yang efisien dan lebih terjangkau seperti MRT

Solusi atas kemacetan tidak hanya mengandalkan solusi tradisional, tetapi juga dengan melibatkan publik secara umum, misal:

LSM dalam mengevaluasi dan memberi masukan

Meng-edukasi stakeholder pengguna mengenai pentingnya menggunakan moda transportasi alternatif yang

dapat mengurangi kemacetan.

Program-program itu mungkin memang garing untuk Anda. Mudah-mudahan Anda sudah baca sampai selesai sebelum menentukan pilihan Anda pada Pilgub Februari tahun depan. Selamat menimbang sebelum memilih hehehehe…(Alex Madji)