Home Inspirasi Berjuang Mengalahkan Poling

Berjuang Mengalahkan Poling

522
0
SHARE


Kamis, 12 Januari 2012, saya menulis sebuah artikel berjudul “Inilah Calon Penantang Barack Obama” di blog ini. Klik saja di link ini: http://ciar-ciar.blogspot.com/2012/01/inilah-calon-penantang-barack-obama.html. Waktu itu, Mitt Romney baru muncul untuk pertama kalinya sebagai bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik. Beberapa bakal calon lain sudah muncul sebelumnya. Tetapi saya hanya tertarik untuk menulis profil Mitt Romney.

Delapan setengah bulan kemudian, tulisan saya ini ternyata tidak meleset. Selasa, 28 Agustus 2012 malam waktu Amerika Serikat, konvensi Partai Republik yang berlangsung di Florida menetapkan Mitt Romney sebagai calon presiden (Capres) dari partai itu untuk menantang Barack Obama, capres incumbent dari Partai Demokrat.

Saya tidak ingin menulis lagi siapa Mitt Romney karena sudah saya ulas dalam artikel saya terdahulu. Saya hanya ingin mengangkat Pidato kemenangan istri Romney, Ann Romney setelah ditetapkan sebagai Capres Republik. Menurut dia, suaminya itu akan mengangkat Amerika Serikat seperti dia menyelematkannya dari sakit yang dideritanya.

“Inilah orang yang dibutuhkan Amerika. Pria ini tidak akan gagal,” kata Ann Romney di hadapan ribuan delegasi yang menghadiri konvensi yang berlangsung di sebuah hangar di Florida itu seperti ditulis Telegraph.

Ibu lima anak berusia 62 tahun itu mencoba mengangkat sisi kesederhanaan dan kerja kerasnya sebagai keturunan Welsh untuk menarik perhatian masyarakat kelas bawah dan kelas menengah Amerika yang sedang berjuang memulihkan diri dari dampak resesi parah yang menghantam negara itu. Sambil “menjanjikan” kesejahteraan dan kemakmuran yang dialami oleh capres terkaya dalam zaman modern seperti ini. “Saya adalah putri seorang petambang batubara asal Welsh yang memaksa anak-anaknya tidak berkecimpung di dunia pertambangan,” kata Ann Romney.

Ayahnya datang ke Amerika pada usia 15 tahun. Mula-mula bekerja sebagai pembersih botol di sebuah pub di desa Nantyffyllon. “Di negara kami dia menatap harapan dan kesempatan untuk keluar dari kemiskinan,” ucapnya. Beberapa kali pidato Ann ini disambut dengan tepuk tangan meriah sambil berdiri dari peserta konvensi diiringi terikan “USA”.

Romney juga dilukiskan Ann sebagai pengusaha sukses. Kesuksesan itu bahkan melebihi dari apa yang diimpikan. “Dia dan teman-temannya mulai berjuang dan mencoba mewujudkan ide-ide mereka,” ujarnya. Hasilnya, dia melepaskan pekerjaannya sebagai konsultan pada 1984 dan mulai usaha sendiri, Bain Capital yang kemudian meraih sukses besar. Dengan ini, diharapkan dia menjadi idola baru rakyat Amerika. Simbol kemakmuran baru yang membawa mereka keluar dari krisis.

Kesuksesan itu, kata Ann, juga pasti akan terulang pada tingkat negara bila dia menjadi Presiden Amerika. Dia, kata Ann, memiliki kemampuan untuk mengeluarkan Amerika dari krisis ekonomi yang melanda saat ini. “Dalam setiap titik kehidupannya, pria yang saya jumpai dalam sebuah acara dansa ketika masih SMA, sudah membantu mengangkat yang lain. Pria ini tidak akan gagal. Dia tidak akan membiarkan kita jatuh. Pria ini akan mengangkat (menyelamatkan) Amerika,” lanjutnya.

Kemudian dia menutup pidatonya, “Dia akan menghantar kita ke sebuah tempat yang lebih bagus, sama seperti ketika dia membawa saya ke rumah dengan selamat dari dansa di SMA tersebut.”

Obama Unggul
Meskipun Ann berkampanye seperti itu, poling-poling di negeri Paman Sam memperlihatkan bahwa Barack Obama masih unggul atas Mitt Romney. Meskipun perbedaanya sangat tipis. National RealClear mencoba membuat rata-rata hasil poling dari sejumlah lembaga. Hasilnya, Obama tetap berada di peringkat teratas dengan 47 persen suara, sedangkan Romney dengan 44 persen.

Dari 10 lembaga poling, hanya tiga lembaga yang mengunggulkan Romney, tetapi dengan suara yang sangat tipis. ABC News yang melakukan poling pada 22-25 Agustus 2012 dengan melibatkan 875 resonden menempatkan Romney unggul dengan 47 persen suara, sedangkan Obama 46 persen. Fox News yang menggelar poling pada 19-21 Agustus 2012 dengan 1007 responden juga menunggulkan Romney dengan 45 persen sedangkan Obama 44 persen. Gallup yang melakukan tracking selama 7 hari melibatkan 3050 responden juga mengunggulkan Romney dengan 47 persen dan Obama 46 persen.

Sedangkan tujuh lembaga lain seperti CBS News, CNN/Opinion Research, Ramussen, Associated Press/GfK, NBC News/Wall Street Journal, Monmouth/Survei USA/Braun, dan LA Times/USC mengungguli Obama dengan beda suara yang tipis dengan Romney. Lalu siapa yang akan menang dalam Pilpres Amerika nanti, kita tunggu hasil pemilu pada November mendatang.

Hasil poling ini menunjukkan bahwa Romney harus bekerja keras untuk mengungguli atau mengalahkan Obama hingga hari H. Nah, sekarang kita tunggu saja, siapa yang menang pada Pilpres pada November 2012 itu. (Alex Madji).

Keterangan foto: Ann Romney (kiri) bersama suaminya Mitt Romney (Foto: Telegraph.co.uk)