Cerdaskan Bangsa dengan Bangsacerdas.com

Cerdaskan Bangsa dengan Bangsacerdas.com

375
SHARE
Foto: Istimewa

Revolusi teknologi informasi dalam lebih dari satu dekade terakhir memungkinkan siapa saja bisa mendirikan perusahaan rintisan atau yang lazim dikenal perusahaan start up. Contoh paling sukses usaha rintisan dalam negeri adalah Kaskus, Go-Jek, dan sejumlah aplikasi belanja online (daring) seperti BukaLapak.com, Toko Pedia, atau platform pemesanan tiket pesawat dan kamar hotel seperti Traveloka, dan masih banyak lagi. Usaha-usaha rintisan ini rata-rata sudah berkembang sangat pesat karena juga didukung oleh masuknya modal super jumbo.

Satu lagi usaha rintisan yang baru muncul adalah Bangsacerdas.com. Usianya baru dua tahun. Didirikan Jupiter Zhuo pada Januari 2015. Sesuai namanya, ia ingin mengembangkan platform pendidikan berbasis multimedia untuk membantu mereka yang ingin belajar tentang pendidikan informal seperti pemrograman, manajemen, dan bahasa secara gratis secara online, mengingat mahalnya biaya kursus.

Animo masyarakat terhadap usaha rintisan Bangsacerdas.com ini terbilang cukup tinggi. Bayangkan, hampir 6.000 orang sudah terdaftar di Bangsacerdas.com. Pengguna internet bisa mendapat pelajaran-pelajaran bermanfaat baik tentang pemrograman, bahasa, maupun pemasaran internet lewat tutorial yang tersedia di Bangsacerdas.com.

Tidak hanya berhenti di situ. Mulai akhir 2016, Jupiter mengembangkan platform pendidikan ini secara luring (luar jaringan atau offline) juga. Lulusan master ilmu komputer dari Univesitas Bina Nusantara itu mendirikan Bangsacerdas Institute. Pada tahap awal, ia bersama timnya baru menerima 30 orang peserta. Mereka berasal dari berbagai latar belakang. Ada yang baru lulus SMK, ada yang sedang kuliah, ada pula yang sudah selesai kuliah. Artinya, siapa pun bisa mengambil kelas luring ini. Asal, Anda punya kemauan yang tinggi untuk terus belajar sesuatu yang baru.

Materi yang diajarkan pada program ini adalah Full Stack Web Development yang dimulai 9 Januari 2017 dan Android Mobile Development yang diawali 23 Januari 2017. Program ini berjalan selama 3 bulan dengan waktu belajar berlangsung Senin-Jumat pukul 09.00-17.00 WIB. Selama pelatihan, 80% waktu dipakai untuk langsung mengerjakan proyek yang diberikan Bangsacerdas. Hal ini supaya para peserta didik lebih terpacu untuk belajar secara nyata.

Untuk membuat pengajaran menjadi lebih efektif, satu kelas hanya bisa diikuti oleh maksimal 30 peserta. Jumlah tersebut akan dipecah lagi ke dalam kelompok-kelompok yang akan dipandu mentor-mentor yang berpengalaman.

Pembeda

Sumber Foto; Istimewa

Yang membedakan kami dengan coding camp adalah selain peserta mengikuti pelatihan offline, mereka juga dapat mengikuti pelatihan online di mana mereka dapat mengulang pelatihan di kelas dengan video tutorial yang bersifat premium. Peserta juga akan diberikan mulai pembelajaran dari materi fundamental hingga materi advance. Di tengah materi mereka juga akan langsung mengerjakan proyek nyata dari perusahaan-perusahaan,” kata Zupiter Zhuo.

Sementara terkait biaya, peserta dikenakan biaya Rp 30 juta untuk Full Stack Web Development dan Rp 40 juta untuk Android Mobile Development. Jupiter sadar bahwa biaya itu besar. Karenanya, ia menawarkan sejumlah paket untuk meringankan peserta. Salah satunya adalah memberikan fasilitas cicilan hingga masa pelatihan selesai. Selain itu, diberikan potongan harga hingga 50% bagi peserta yang mendaftar pertama.

Tapi, Anda tidak perlu cemas dengan biaya pendidikan yang tinggi itu. Sebab dana itu tidak sebanding dengan ilmu yang didapatkan. Bahkan, Bangsacerdas Institut memiliki komitmen untuk membantu para peserta untuk merealisasikan kemampuannya, dengan jaminan uang kembali jika peserta tidak mendapatkan pekerjaan atau proyek.

Peserta didik harus siap untuk menerima tawaran kerja, serta proyek pengembangan produk digital dari perusahaan-perusahaan baik dalam maupun luar negeri. Apabila peserta didik tidak mendapatkan pekerjaan atau proyek maka jaminan uang kembali sepenuhnya,” ujarnya.

Angkatan pertama hasil didikan Bangsa Cerdas Institut ini sudah lulus bulan lalu dan sudah punya hasil karya. Sangat membanggakan tentunya.

Meski sebagai pendatang baru, Bangsacerdas.com sudah ikut meramaikan perhelatan teknologi Tech In Asia Jakarta, Balai Kartini pada 16 dan 17 November 2016 lalu. Sebelum itu, Bangsacerdas juga telah membuka kanal pengajar di acara Indonesia Knowledge Forum (IKF) dengan tema Moving Our Nation To The Next Level: “Optimizing Knowledge and Creativity to Ride the Wave of New Generation in Accelerating Indonesia Economy”.

Malahan, booth mereka dikunjungi oleh Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong dan Direktur Utama Bank BCA Jahja Setiaatmadja. Bangsacerdas juga sempat meramaikan konferensi pendidikan terkemuka di dunia, Global Educational Supplies & Solutions (GESS) Indonesia dengan menghadirkan aplikasi mobile untuk versi Android dan akan disusul versi iOS secepatnya.

Fakta-fakta kecil ini sudah cukup memperlihatkan jalan menuju kesuksesan yang semakin terbuka lebar bagi usaha rintisan Bangsacerdas.com besutan Jupiter Zhuo ini. (Alex Madji)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY