Home Makanan Cicipi Nasi Goreng di Bakmi Siantar Kofei Summarecon Gading Serpong

Cicipi Nasi Goreng di Bakmi Siantar Kofei Summarecon Gading Serpong

326
0
SHARE
Nasi goreng B2 di Bakmi Siantar Kofei Summarecon Gading Serpong. (Foto: Ciarciar.com)

Minggu 1 Juli 2018, saya dan anak-anak mengantar istri periksa darah di Rumah Sakit St Carolus Summarecon Gading Serpong. Kami berangkat jam 05.30 dari rumah dan tiba di rumah sakit itu 30 menit berselang. Istri yang sudah puasa delapan jam langsung menuju laboratorium untuk ambil darah. Tidak sampai 10 menit, urusannya selesai.

Selanjutnya kami mencari sarapan. Istri harus makan karena masih akan ambil darah lagi dua jam setelahnya. Sempat mencari ke arah Universitas Media Nusantara (UMN), akhirnya kami sampai di warung makan (restoran) Bakmi Siantar Kofei di deretan ruko, Jalan Raya Kelapa Puan Sektor AF1 No 25, Gading Serpong, Tangerang. Ini salah satu dari sedikit restoran yang sudah buka pagi itu. Sepanjang jalan utama perumahan tersebut, tidak ada satu pun restoran buka sebelum pukul 07.00 WIB.

Tadinya, kami hanya mau mencari sarapan ringan semacam bubur ayam di gerobak-gerobak pinggir jalan. Ternyata, menu seperti itu sulit didapat di kawasan ini. Beda dengan sekitar tempat tinggal kami di Graha Raya Bintaro. Itu sebabnya, kami memilih Bakmi Siantar Kofei. Dan, ini untuk pertama kalinya kami datang kemari.

Kami menjadi tamu pertama restoran tersebut pada hari itu. Sempat ragu apakah restorannya sudah dibuka, kami kemudian dipersilakan duduk oleh seorang pramusaji dan diberikan daftar menu. Setelah bolak balik, saya pesan nasi goreng yang di atasnya ditaburi B2 (babi) merah dan lapsong serta bawang goreng plus pesan secangkir kopi hitam Medan. Si kakak pilih nasi tim, sedangkan adiknya nasi goreng ayam. Sayang dua-duanya tidak habis. Sebagian jatah si bungsu dihabiskan istri yang sengaja tidak memesan apa-apa. Sisanya dibungkus. Nasi tim kakak yang masi sisa sedikit, saya habiskan.

Soal rasa, enak-enak. Nasi goreng yang saya pesan juga sedap. Babi merahnya cukup banyak. Tidak ada rasa yang terlalu dominan. Tidak terlampau manis pula karena kebanyakan kecap. Kalau ada yang kurang, mungkin hanya rasa pedas. Meskipun, saya bukan penyuka pedas berlebihan. Porsinya juga cukup untuk perut saya. Begitu juga nasi tim. Lezat.

Soal harga juga cukup terjangkau. Harga nasi goreng yang saya pesan Rp 34.000 plus kopi Medan Rp 8.000. Untuk tiga jenis makanan yang kami pilih plus kopi, dua teh manis panas, dan satu botol air mineral, tagihannya Rp 87.000. Tergolong murah.

Warung makan ini cukup ramai. Selain kami, pada pukul 07.25, saat tulisan ini dibuat, tiga orang ibu menyusul. Juga, tiga porsi mie sudah disiapkan di atas meja di sebelah kami. Pemesannya minta disiapkan lewat telepon. Begitu mereka tiba, tinggal santap. Sebuah cara yang efektif.

Selain itu, cukup banyak foto artis dan orang-orang terkenal yang pernah makan di warung ini dipajang pada dinding. Sebutlah sebagi contoh, Choky Sitohang bersama istri serta dua pengacara kondang, Ruhut Sitompul dan Hotman Paris Hutapea. Hasil liputan sejumlah media baik cetak maupun elektronik difoto lalu ditempel juga di dinding. Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa restoran tersebut terkenal.

Yang juga menarik perhatian saya dan baru terlihat setelah saya melahap habis nasi goreng babi tadi adalah sebuah ukiran dari kayu bertuliskan, “Give us Our Daily Bread“. Ini kutipan dari Doa Bapa Kami, “Berilah kami rejeki pada hari ini.” Kutipan ini juga menjadi doa kami pagi hari itu agar tetap dilimpahi rejeki secukupnya agar masih bisa menikmati makanan seperti ini di hari-hari selanjutnya. Semoga Anda juga diberi rejeki berlimpah. Tetapi, jangan lupa cicipi dulu nasi goreng di Bakmi Siantar Kofei, Summarecon Gading Serpong. (Alex Madji)