Home Inspirasi Dahlan Iskan dan Popularitas

Dahlan Iskan dan Popularitas

819
0
SHARE

Dahlan Iskan tidak pernah berhenti membuat kejutan. Begitu banyak gebrakan sudah dilakukannya sejak menjadi Direktur Utama PLN, hingga menjadi Menteri BUMN. Dia pernah begitu populer dengan gebrakan-gebrakannya tersebut. Meskipun samar-samar terdengar bahwa apa yang dilakukannya itu hanya pencitraan demi popularitas untuk naik ke jenjang politik yang lebih tinggi pada 2014.

Tetapi kadang saking spontannya, beberapa gebrakannya berdampak politik tidak bagus buatnya. Sebagai contoh, belum lama ini dia menuduh anggota DPR yang menjadi mitranya sebagai mafia anggaran di BUMN. Kasus ini membuat hubungannya dengan dewan yang terhormat itu tegang. Sayang kasus ini tidak berlanjut dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak mengusut lebih lanjut tuduhan Dahlan Iskan ini.

Nah, yang paling baru adalah peristiwa kecelakaan mobil listrik Tuxuci akhir pekan lalu. Setelah diruwat, mobil berwarna merah bernomor polisi DI 19 dan seharga Rp 1,5 miliar itu disetir sendiri oleh pemilik Jawa Pos Grup tersebut. Sayang, dia mengalami kecelakaan di Magetan, Jawa Timur, ketika menguji coba kendaraan berkecepatan 200 km/jam itu untuk jarak jauh ke Surabaya. Mobil berkelas “Ferari” ini menabrak tebing.

Dahlan sendiri menjelaskan, membenturkan Tuxuci ke tebing adalah pilihan terbaik. Dia melakukan itu guna menghindari jatuhnya korban nyawa, selain dirinya. Untunglah, Dahlan sendiri dan seorang penumpang lainnya yang duduk di samping kemudi juga masih selamat. Bahkan, Dahlan Iskan tidak mengalami lecet sedikit pun. DI, inisial namanya, belum mau membeberkan secara detail tentang kecelakaan tersebut. Dia berencana bicara blak-blakan tentang kasus ini pada Selasa, 8 Januari 2012.

Sebelum kasus tabrakan ini, mobil listrik rancangan insinyur Indonesia dari Institut Sepuluh November Surabaya dan pernah belajar doktoral di Amerika Serikat Danet Suryatama dan diproduksi oleh Electricar Amerika ini dipersoalkan. Diduga ada “modifikasi” terhadap mobil tersebut, karena setelah diterima mobil ini dimasukkan di sebuah bengkel. Tetapi menghadapi tuduhan itu, Dahlan bergeming.

Belum jelas benar, apa maksud dia memamerkan mobil listrik berharga sangat tinggi itu. Dan apa pula maksudnya dia sendiri yang mengemudikannya untuk sebuah uji coba jarak jauh. Tetapi rasanya kok dua kasus terakhir yang saya sebutkan di ats membuat popularitas Dahlan melorot tajam. Memang tidak ada alat ukurnya yang pas. Tetapi sebagai rakyat biasa, “kelakuan” Dahlan Iskan ini, “merusak” apa yang sudah dimulainya dengan baik sejak awal karier politiknya.

Membangun citra tidak mudah. Butuh waktu yang panjang. Tetapi merusaknya sangat gampang dan cepat. Seperti kata pepatah, nila setitik merusak susu sebelanga. Apakah itu yang terjadi dengan Dahlan Iskan. Walahualam. (Alex Madji)