Di Tangan Jokowi Politik Jadi Ringan

Di Tangan Jokowi Politik Jadi Ringan

404
SHARE
Sumber Foto: Merdeka.com

Selama kunjungan Raja Saudi Arabia, Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud ke Indonesia, salah satu hal yang menyedot perhatian publik adalah video blog atau Vlog Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dengan tagar, #JKWVLOG, mantan Gubernur DKI Jakarta dan Walikota Surakarta itu merekam peristiwa ketika ia menjamu makan siang Raja Salman di Istana Bogor, Rabu 1 Maret 2017 lalu.

Di Vlog itu, Jokowi bukan hanya menyorot dirinya sendiri. Tapi juga memperlihatkan gambar ketika Sang Raja menyendok makan dari mangkuk ke mulutnya. Ternyata, cara makan seorang raja juga sederhana. Sama seperti rakyat biasa. Lebih dari itu, Jokowi juga berhasil mengajak Raja Salman untuk memberi komentar.

Saya sangat senang sekali saat ini berada di Indonesia, senang dengan rakyat Indonesia. Dan, saat ini saya dengan Yang Mulia Presiden Indonesia. Dan bagi kami, Rakyat Indonesia adalah merupakan saudara kami dan juga rakyat yang sangat mulia,” kata Raja Salman dalam Bahasa Arab yang diterjemahkan penerjemah.

Setelah itu, sambil tertawa, Jokowi mengucapkan terima kasih. “Terima kasih, Yang Mulia, terima kasih. Semoga kunjungan ini dapat meningkatkan hubungan baik kita, antara Kerajaan Saudi Arabia dengan negara kita Indonesia, hubungan yang saling menguntungkan,” kata Jokowi.

Vlog ini menjadi berita yang disiarkan secara diulang-ulang oleh hampir semua televisi selama kunjungan Raja Salman di Indonesia, khususnya ketika sedang berada di Jakarta. Hingga artikel ini dibuat, Vlog ini sudah dilihat oleh 1.231.085 kali. Fantastis. Aksi Jokowi ini mendapat pujian dari netizen. Malahan Vlog Jokowi ini menjadi bahan berita media asing.

Simak Vlognya di sini: https://www.youtube.com/channel/UCPeG-JX2dB90P3RgZbVNheg

Sebelumnya, Jokowi juga mengunggah Vlog ketika ia sedang makan bakso bersama sejumlah menterinya di Ambon, di sela-sela kunjungan kerja ke provinsi tersebut. Ya, ia makan bakso di warung makan. “Kita perlu merasakan kuliner-kuliner asli Indonesia dan ke depan, saya kira, kita perlu membuat brand mengenai kuliner Indonesia, memperkenalkan kuliner-kuliner asli Indonesia di dunia internasional. Biar tahu yang namanya bakso, biar tahu yang namanya soto, biar tahu yang namanya nasi padang, biar mereka tahu yang namanya sate ayam,” kata Jokowi setelah ia memperlihatkan gambar bakso di atas mangkuk.

Dalam kunjungan ke Australia pekan lalu, sebelum menerima kedatangan Raja Salman di Jakarta, Jokowi berbicara kepada rakyat Indonesia di Sydney dalam sebuah acara dengan pemandu acara, yang juga pelawak, Andre dan Sule. Acara itu juga berlangsung sangat cair, penuh tawa dan celetukan, serta jauh dari kesan serem. Lihat saja rekamannya di Youtube.

Ini hanyalah segelintir dari begitu banyak kejadian, terutama dalam setiap kali kunjungannya ke daerah, Jokowi membuat suasana begitu bersahabat dan seolah tidak ada jarak antara dirinya sebagai presiden dan rakyat. Ia begitu dekat dengan rakyatnya.

Padahal sebelumnya, setiap kali seorang presiden bertemu dengan rakyatnya, jarang sekali ada canda. Apalagi celetukan-celetukan liar seperti yang terjadi di Sydney itu. Saya tidak tahu bagaimana ketika Presiden Megawati Soekarnoputri bertemu rakyatnya karena ketika itu saya belum liputan di istana.

Tapi selama lima tahun liput di Istana Presiden ketika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berkuasa, baik di dalam maupun di luar negeri, pertemuan-pertemuan antara Presiden dengan rakyat selalu diwarnai dengan keheningan. Audiens selalu takzim mendengar sang presiden. Tidak jarang pula sang presiden menegur peserta yang tidak mendengarnya atau yang kedapatan tidur. Bahkan, pernah saat pidato di depan anak-anak sekolah dasar, sang presiden marah karena anak-anak tidak mendengarnya.

Dengan perbandingan seperti itu, saya hanya mau mengatakan bahwa di tangan Jokowi, politik menjadi sesuatu yang rileks, menyenangkan, dan menggembirakan, serta tidak membuat audiensnya tidur. Bertemu presiden di tangan Jokowi seperti jumpa seorang sahabat, sesama rakyat. Tidak ada jarak antara dia dengan rakyatnya. Meskipun, aturan protokoler tetap dijaga dan dihormati, terutama dari aspek keamanan.

Apa yang dilakukan Jokowi dengan nge-blog di Youtube juga untuk menjadikan politik itu sebagai sesuatu yang menyenangkan. Fun. Bukan sesuatu yang menyeremkan. Jokowi juga melakukan apa yang dibuat rakyat kebanyakan. Tidak jaim alias sok alim. Tampil apa adanya.

Pada akhirnya, saya hanya berharap Jokowi terus menghibur rakyatnya dengan hal-hal ringan seperti yang ia lakukan lewat Vlog-nya, termasuk ketika ia memperlihatkan bagaimana Raja Salman makan. (Alex Madji)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY