Inilah Aktivitas Orang Sukses Sebelum Sarapan

Inilah Aktivitas Orang Sukses Sebelum Sarapan

472
SHARE
Ilustrasi

Sebelum membaca buku “What the Most Successful People Do Before Breakfast” karya Laura Vanderkam, terbitan Penguin Group 5 September 2013 lalu, perensensi buku tersebut di Dailymail.co.uk Harry Tichie memiliki kebiasaan seperti ini setiap pagi: bangun tidur, lalu mandi, baca koran, antar anak ke sekolah, memberesi mainan anak, cek email, menonton film-film menarik di You Tube, baru kerja. Saking sibuknya sampai baru ingat makan pagi pada pukul tiga sore.

Setelah membaca buku ini, Tichie menemukan bahwa ternyata gaya hidup seperti itu salah. Pasalnya, pengalaman para CEO yang ditulis Laura Vanderkam dalam buku itu menunjukkan bahwa tidak ada dari mereka yang sukses baru sarapan pada pukul 3 sore. Mereka tetap sarapan di pagi hari bersama keluarganya. Yang mereka lakukan adalah bangun sepagi mungkin sebelum matahari terbit.

Pengalaman CEO Pepsi, misalnya. Dia bangun jam 5 pagi, kemudian jogging empat kilometer, lalu berdoa, membaca koran, kemudian merencanakan apa yang dilakukan sepanjang hari, baru kemudian sarapan dengan anak-anaknya. Ada juga yang pergi sarapan di luar, tetapi dia harus bangun pagi pada pukul 04.30.

Linda sendiri setiap hari bangun pagi-pagi buta, lalu jogging beberapa kilometer, kemudian kerja sebentar, ketika bugar lalu dia sarapan pagi bersama keluarganya.

Pengalaman orang-orang sukses itu rata-rata bangun pada pukul 05.00 atau paling lambat 05.30 pagi. Kemudian mereka berolahraga. Sebelum makan pagi, kebanyakan dari mereka berdoa terlebih dahulu.

Pada akhir pekan, mereka  mengisinya dengan berolahraga, berdoa, serta pengembangan dan pematangan diri. Vanderkam sendiri, penulis buku ini, di akhir pekan memiliki sejumlah acara yang sangat menarik. Pada hari Minggu pagi dia melakukan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan dan sedikit kontemplasi perihal satu minggu ke depan. Ini sesuatu yang mengagumkan.

Hal lain yang perlu dilakukan pada akhir pekan adalah mematikan semua telepon genggam dan tidak bersentuhan dengan komputer atau laptop. Akhir pekan tidak untuk melakukan pekerjaan atau mencapai tujuan yang mau kita capai. Seluruh tujuan yang ingin kita capai itu dikerjakan dalam kurun waktu 168 jam dalam seminggu. Tinggal bagaimana kita mengaturnya. (dailymail.co.uk)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY