Home Buku Jangan Mau Jadi Orang Goblok

Jangan Mau Jadi Orang Goblok

513
0
SHARE
Foto: Ciarciar.com

Mendiang Bob Sadino adalah pengusaha sukses paling nyeleneh. Mulai dari cara berpakaian yang selalu bercelana pendek hingga bertutur kata, terutama terkait bisnis. Kata-kata saktinya adalah goblok. Bagi orang baru, kata tersebut mungkin menjadi sebuah pukulan telak dan menimbulkan amarah. Namun, bagi orang yang sudah paham, kata goblok adalah sebuah motivasi.

Itulah yang diungkapkan dalam buku “Belajar Goblok dari Bob Sadino, Tanpa Tujuan Tanpa Rencana Tanpa Harapan” karya Dodi Mawardi. Buku ini diterbitkan Elex Media Komputindo. Edisi pertama terbit pada 2008 dengan 20 kali cetak. Yang diringkas di sini adalah edisi baru, cetakan kedua pada Agustus 2017.

Bob Sadino pertama-tama menyebut dirinya sendiri goblok. Meskipun, secara intelektual dia pintar. Wong, dia lama bekerja di luar negeri. Goblok karena dalam memulai bisnis, ia tidak pakai banyak pertimbangan, rencana bisnis, serta tidak punya harapan yang besar dan muluk.

Bagi dia, kalau mau memulai usaha, ya jalankan saja. Kalau sudah dapat ide untuk bisnis, jalankan sesuai yang dipikirkan. Sebab terlalu lama bergelut pada pertimbangan, maka ide akan tetap tinggal sebagai sebuah gagasan. Ia tak akan pernah menjelma menjadi unit usaha.

Karena itu, ketika ia pertama kali memutuskan terjun ke dunia wirausaha, sepulang dari Eropa, ia mulai dengan bisnis “angkot”. Bermodalkan mobil merk Eropa hasil kerjanya di benua biru, ia memulai usaha taksi. Sayang, bisnis ini berhenti karena mobil tabrak dan rusak parah. Ia tidak punya dana untuk memperbaikinya.

Ia lalu banting setir menjadi penjual telur dari rumah ke rumah di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Dari sinilah ia kemudian menjelma menjadi pengusaha sukses, termasuk menjadi eksportir hasil pertanian ke Jepang. Dalam menjalani bisnisnya, ia tidak terlalu membuat banyak pertimbangan dan hitungan bisnis. Kata kuncinya adalah lakukan saja.

Ketika usahanya sudah besar dan beranak pianak, ia tidak banyak pakai teori manajemen. Baginya, semua itu adalah tindakan goblok. Ia hanya berperan sebagai ayah dan karyawan adalah anak-anaknya. Jadi, hubungan dia dengan karyawan bukan sebagai atasan dan bawahan tetapi sebagai ayah dan anak.

Karena itu, orang-orang yang datang kepadanya untuk berdiskusi tentang bagaimana memulai dan menjalankan usaha, ia tidak segan-segan menyemprot mereka dengan kata goblok. Termasuk, orang yang datang minta modal kepadanya disebut goblok karena ia bukanlah bank. Kalau mau mendapatkan modal, kata Bob Sadino, harus datang ke bank. Bukan ke rumahnya.

Jadi, kata Bob Sadino, bila kita punya rencana usaha, jangan terlalu lama berpikir tentang macam-macam hal mulai rencana bisnis (bussiness plan), modal, siapa yang menjalankannya, di mana lokasinya dan lain sebagainya. Sebaliknya, laksanakan ide tersebut. Kalau masih terlalu banyak pikir dan pertimbangan, maka Anda goblok. (Alex Madji)