Home Peciar Kerinduan Bertemu Panda Terobati

Kerinduan Bertemu Panda Terobati

79
SHARE
Foto: Ciarciar.com

Kerinduan anak-anak saya melihat Giant Panda di Taman Safari Indonesia di Cisarua, Bogor, akhirnya terpenuhi juga. Minggu, 27 Mei 2018 kami berkunjung setelah sepasang hewan asal Cina bernama Cai Tao dan Hu Chun itu hampir satu tahun menghuni lingkungan barunya tersebut.

Cai Tao (jantan) dan Hu Chun (betina) disebut sebagai duta Cina di Indonesia. Mereka tiba di Jakarta, Kamis 28 September 2017 pukul 08.50 WIB setelah menempuh perjalanan sejauh 4.000 kilometer menggunakan penerbangan Garuda Indonesia bernomor GA 887 dari Bandara Internasional Shuangliu, Chengdu, Cina. Hari itu juga, Chai Tao dan Hu Chun tiba di istana barunya yang dibangun sejak 2014. Sehari sebelumnya, mereka menempuh perjalanan darat sejauh 100 kilometer dari Wolong Panda Base Chengdu.

Untuk saya, melihat Panda sebenarnya bukan hal baru. Saya sudah melihat tingkah lucu mereka di sebuah kebun binatang mini di Macao menjelang akhir 2017. Kalau mau dibandingkan, lingkungan hidup Giant Panda di Taman Safari Indonesia jauh lebih keren dan fantastis daripada yang di Macao. Tempatnya juga jauh lebih luas dan cantik.

BACA JUGA

 

Istana Giant Panda menempati area paling puncak dari Taman Safari Indonesia. Dibuat seasli mungkin persis di kampung halamannya. Tujuannya agar hewan itu betah tinggal di situ. Di sisi kiri kanan jalan menuju ke sana penuh dengan tanaman bambu berbagai jenis. Bambu adalah makanan utama Panda.

Pemandangan di puncak Istana Panda juga indah. Gunung gemunung yang dibalut hutan lebat serta diselimuti awan tipis di puncaknya. Pandangan dari ketinggian ke bawah juga ciamik. Untuk mencapai istana Giant Panda, Anda akan naik bus dari parkiran. Mobil pribadi dilarang naik sampai Istana Giant Panda karena memang tidak ada tempat parkir di sana. Hanya ada semacam stasiun bus. Itu pun hanya cukup untuk satu bus.

Sebelum melihat Panda, pengunjung diarahkan ke studio untuk melihat tayangan tentang bagaimana kehidupan Panda di negeri asalnya dengan tingkah pola lucu yang berguling-guling sambil makan batang bambu. Bagaimana mereka dibawa ke Indonesia sampai akhirnya menjadi penghuni baru Taman Safari Indonesia. Setelah itu baru diperkenankan melihat Panda.

Sayang, Minggu 27 Mei 2017 siang itu, kami tergolong tidak beruntung. Sebab, saat kami datang, Cai Tao dan Hu Chun sedang kekenyangan dan hanya tidur-tiduran. Cai Tao tengkurap di tempat terbuka sehingga terlihat dengan sangat jelas. Hu Chun tidur agak tersembunyi sehingga yang kelihatan dari jauh hanya punggungnya. Tidak ada aksi makan dahan bambu sambil terguling-guling seperti pada tayangan di bioskop tadi. Atau aksi guling-guling seperti dalam film Kungfu Panda.

Istana Giant Panda di Taman Safari Indonesia. (Foto: Ciarciar.com)

Padahal kebanyakan orang datang ke situ, selain melihat bentuk Panda yang asli dan bukan hanya melihat di film, juga ingin menyaksikan tingkah lucu dan menggemaskan. Sayang, bagian ini tidak dapat pada kunjungan tersebut. Meski demikian, melihat bentuk asli Panda sudah cukup memuaskan hasrat anak-anak.

Di istana Giant Panda, sebenarnya bukan hanya ada Panda. Ada beberapa hewan lain yang berasal dari habitat yang sama di Cina. Ada Takin, burung, dan Red Panda. Binatang yang terakhir ini warnanya merah tetapi ukuran tubuhnya kecil. Sebenarnya mereka masuk golongan kucing tapi disebut Panda karena juga makan bambu dan warnanya coklat. Di Taman Safari Indonesia, jumlah Red Panda ada enam ekor. Pengunjung bisa berfoto sambil memberi mereka makan. Sekali foto dipungut biaya Rp 50.000.

Keberadaan Giant Panda dan Red Panda di habitat yang sama juga dilakukan di kebun binatang Macao. Bedanya, di Macao, Red Panda ini berada dalam ruang kaca seperti Giant Panda. Tidak bisa disentuh seperti di Taman Safari.

Kompleks istana Panda ini juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti toko berbagai suvenir “bercitarasa” Panda. Anda juga tidak perlu khawatir kelaparan karena di lantai tiga istana Panda ada restoran dengan berbagai tawaran menu mulai dari lokal sampai internasional. Tinggal Anda pilih sesuai selera dan, tentu saja, isi kantong. Harganya agak sedikit lebih mahal, tetapi rasa lumayan.

Istana Giant Panda yang berada di puncak gunung itu memang dibuat semirip mungkin dengan habitat aslinya di Cina agar Anda tidak perlu terbang jauh-jauh ke negeri Tirai Bambu itu untuk memenuhi hasrat putra putri Anda melihat Panda. Cukup datang ke Giant Panda Taman Safari Indonesia. (Alex Madji)