Home Makanan Keunikan Restoran Motivator Bong Chandra

Keunikan Restoran Motivator Bong Chandra

1042
0
SHARE

Minggu, 7 Desember 2014 siang, saya membuat status Blackberry Messanger (BBM) begini, “Makan di Penjara”. Seketika itu juga beberapa teman langsung BBM. Pak Hoenardy Boentario yang sudah cukup lama tidak saling kontak, lalu menyapa, “Mas..Baik2 kan?” Saya sudah menduga, pertanyaan ini terkait status yang baru saja saya biki. Dia kemudian melanjutkan, “Status nya bikin kaget hehe.”

Sejurus kemudian, seorang teman yang hampir bertemu tiap hari bertanya, juga lewat BBM, “Divonis berapa tahun om?” Saya menyahut, “Lima tahun om”. “Selamat menikmati ya,” lanjutnya bercanda.

Siang itu, kami sekeluarga jalan-jalan ke mal Lippo Karawaci, Tangerang. Judulnya, mencari baju Natal. Setelah buruan utama didapat, dan pada saat bersamaan anak-anak minta makan siang, kami lalu memilih mampir di sebuah rumah makan yang sangat unik, “Bong Kopitown”.

Berkali-kali mendatangi mal itu, tapi baru kali ini kami makan di situ. Tempatnya sangat unik. Begitu masuk, kita melewati lorong kecil yang lantainya terbuat dari bata merah yang memberi kesan kuno. Di sisi kanan, menjuntai rantai-rantai besi yang memisahkan lorong masuk dengan jalan ke dapur. Lalu, ruang-ruang makannya dikerangkeng dengan teralis besi. Setelah masuk ke dalam kamar berteralis itu, kita bisa menutup pintunya.

Foto blogDaftar menu dibuat semacam tabloid empat halaman bernama “Old Town Post” dengan head line “[3] Buronan Paling Dicari Menyerahkan Diri”, diikuti foto ilustrasi ke-3 buronan tersebut bernama Lee, Ming, dan Ken berjejer dari kiri ke kanan. Lalu di tengah bawah, terpajang foto Bong Chandra, seorang motivator ulung sebagai pendiri restoran tersebut. Kedua tangannya memamerkan sebuah tulisan “The Happiest Prisoner on Earth” di depan dadanya.

Di bawah judul “The Happiest Prisoner on Earth”, di sebelah kiri tabloid menu itu, ditulis begini, “Tidak semua narapidana harus menderita karena makan tidak enak, terutama saat Anda mampir ke Bong Kopitown. Restoran bergaya penjara pertama di Jakarta ini akan menjadikan Anda narapidana paling bahagia di dunia. Selain karena menu rahasia yang sangat enak dari Chef Bong, Anda juga akan dilayani oleh para narapidana yang sangat ramah.”

Di sebelah kanan, di bawah judul “More Than Kopitiam” tertulis, “Menjamurnya kopitiam di seluruh Indonesia, lantas tidak membuat kami menjadi latah. KamiĀ  menyajikan lebih dari sekedar makanan, kami menyajikan sebuah pengalaman. Kami tidak hanya mengarang sebuah konsep, kami mengarang sebuah cerita. Kami tidak hanya sebuah restoran. Kami ingin menjadi tujuan dari kata ‘pulang’. Kami lebih dari sekedar Kopitiam.”

Di halaman 2-4, terpapar daftar menu-menu unik seperti Nasi Penjara + Seafood dan Mie Penjara + Seafood. Selain itu ada sajian Chicken/Fish Nasi Lemak, Claypot Rice Beef, Claypot Rice Chicken dan masih banyak lagi.

Tempat sajiannya pun unik. Nasi Tim, misalnya, disajikan di atas sebuah piring stainless. Melihat piring ini, pikiran saya melayang ke asrama SMP-SMA Seminari Pius XII Kisol. Flores, NTT, periodeĀ  1988-1994. Mirip. Selintas, saya bergumam, jangan-jangan piring seperti ini juga digunakan para narapidana di penjara. Atau, Nasi Goreng Tom Yum dan Tom Yum Kung with Noodle yang disajikan dengan wajan stainless.

Secara rasa, sebenarnya tidak seunik dan seekstrim disain restoran ala penjara itu, meskipun tetap enak. Tetapi keunikan konsep restoran, yaitu restoran penjara, menjadi daya tarik tersendiri. Mungkin, itu antara lain sebabnya, siang itu restoran ini penuh, selain karena rasa makan yang enak. Nah, kalau mau merasakan sensasi makan di penjara, datang saja ke “Bong Kopitown”. (Alex Madji)