Kunci Sukses Ciputra, The Power of Dream

Kunci Sukses Ciputra, The Power of Dream

116
SHARE
Foto: Ciarciar.com

Siapa yang tidak kenal Ir Ciputra. Ia pengusaha sukses, terutama di bidang properti, di republik ini. Tengok saja kawasan-kawasan hunian elite di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) dan di beberapa bagian wilayah Indonesia. Sekadar menyebut contoh, Bumi Serpong Damai (BSD) dan Bintaro Jaya di Tangerang dan Tangerang Selatan, Pantai Indah Kapuk (PIK) di Jakarta Utara dan beberapa perumahan di Cibubur, serta masih beberapa lagi. Semuanya karya tangan Ir Ciputra.

Meski sudah sepuh, ia masih terlihat energik. Terlahir dengan nama Tjie Tijin Hoan pada 24 Agustus 1931 di Parigi, Sulawesi Tengah, ia lebih terkenal dengan panggilan Ciputra atau Pak Ci. Majalah Forbes 2017, sebagaimana dikutip Wikipedia menyebutkan, kekayaan ayah empat anak ini mencapai 1,42 miliar dolar Amerika Serikat. Angka tersebut saja sudah mencerminkan siapa dia.

Namun, kesuksesan itu tidak datang seketika. Ia berangkat dari nol. Butuh perjuangan dan kerja keras, bahkan berdarah-darah sejak usia yang masih sangat muda untuk sampai pada kondisinya seperti sekarang ini. Keberaniannya memulai menjadi kunci awal kesuksesannya. Untuk bagian ini sudah banyak diulas.

Saya menemukan kunci kesuksesan lain arsitek lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini. Hal itu saya dapatkan ketika mendengar sambutannya. Ceritanya begini. Beberapa pekan lalu, tepatnya Sabtu 7 Oktober 2017, saya diajak teman meliput perayaan ulang tahun ke-25 Damai Indah Golf di Pantai Indah Kapuk (PIK). Undangan ini sedikit memohon-mohon, sehingga menggagalkan rencana saya untuk misa sore bersama keluarga Sabtu itu.

Demi menghargai undangan teman, saya hadir. Istri dan anak-anak “dititip” di mol di kawasan tersebut, PIK Avenue. Saya ikut makan enak sampai kenyang sambil mendengar pidato Ir Ciputra pada malam itu.

Tapi, sebelum bercerita lebih lanjut, ada sedikit kisah geli di tempat parkir Damai Indah Golf, PIK. Saya pulang lebih cepat sebelum acara tersebut kelar karena gerimis mulai turun. Saat jalan ke parkiran, ada sebuah mobil Xenia warna merah yang parkir agak di tengah jalan. Semula, saya kira tidak ada orang di dalamnya saking gelapnya. Ternyata ketika saya menyalakan lampu mobil dan mutar ke kiri, eh dua orang pria sedang saling pagut bibir. Astaga.

Kembali ke acara makan malam tadi. Sejumlah pejabat dan mantan pejabat hadir pada acara tersebut. Tapi, yang beri kata sambutan hanya Ir Ciputra sendiri dan Menteri Perhubungan Budi Karya. Nah, untuk konteks weblog ini, ada kata-kata Ciputra yang menyedot perhatian saya, selain karena sambutan Budi Karya biasa-biasa saja alias garing.

Ir Ciputra (kiri) bertepuk tangan sebelum memotong tumpeng perayaan ulang tahun ke-25 Damai Indah Golf, Pantai Indah Kapuk, Sabtu 7 Oktober 2017. (Foto: Ciarciar.com)

Dia bilang begini, “The Power of Dream: Kalau punya mimpi, itu merupakan sebuah kekuatan besar untuk melakukan sesuatu yang besar juga. Ketika kami membangun dua kota, BSD dan PIK, kami punya mimpi membangun dua lapangan golf.”

Dan, mimpi itu menjadi nyata. Dua lapangan golf yang diimpikan pun terwujud dan menjadi lapangan-lapangan golf kelas dunia. Sejumlah event nasional dan internasional digelar di dua lapangan golf ini. Bukti lain kualitas kedua lapangan golf tersebut, kata Pak Ci, banyaknya penghargaan dari dalam dan luar negeri.

Kesuksesan dalam membangun lapangan golf bertaraf internasional dan yang sudah berusia 25 tahun tentu lahir dari sebuah mimpi. Dan, mimpi ini menjadi energi yang luar biasa untuk melakukan sesuatu yang besar. Dua lapangan golf yang disinggung Ciputra hanyalah contoh dari seluruh kesuksesannya yang berawal dari mimpi.

Dengan kata lain, mimpi dalam seluruh kesuksesan Ciputra sangatlah penting. Dan karena itu pula, ia mengajak siapa pun untuk bermimpi. Jangan takut bermimpi karena bermimpi itu masih gratis alias tidak ada biayanya. Yang menghalangi seseorang meraih kesuksesan adalah ketika ia takut bermimpi.

Semua karya besar selalu berawal dari sebuah mimpi. Bapak pendiri bangsa ini, Ir Soekarno sudah berpesan kepada kita untuk bermimpilah setinggi langit. Lengkapnya dia bilang begini, “Gantungkan cita-citamu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.”

Karena itu, bermimpilah mulai sekarang. Tapi yang juga penting adalah jangan sampai lupa bangun dan melaksanakan apa yang Anda impikan itu. Sebab Ir Ciputra juga tidak berhenti pada bermimpi, tapi melaksanakan apa yang diimpikannya. Jangan pula takut bermimpi besar, yang penting bisa menjalankannya. Itulah kunci kesuksesan yang disebut Ir Ciputra sebagai The power of dream. (Alex Madji)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY