Macao Bukan Hanya Casino, tapi Juga Panda yang Menggemaskan (Bagian Terahir)

Macao Bukan Hanya Casino, tapi Juga Panda yang Menggemaskan (Bagian Terahir)

94
SHARE
Seekor Panda sedang berbaring di atas tenda. (Foto: Ciarciar.com)

Pernah nonton film Kung Fu Panda? Saya sudah nonton lama. Meski sedikit terpaksa karena diajak anak-anak. Maklum tidak terlalu suka nonton. Tapi, saya lebih beruntung dari dua putra saya, karena saya sudah melihat langsung si Panda. Bukan di negeri asalnya, Cina, tapi di Macao, daerah bekas jajahan Portugis yang baru dikembalikan ke Cina pada 1999. Ya, bentuk dan warnanya persis seperti di film itu.

Dua ekor Panda di Kebun Binatang, Macao. (Foto: Ciarciar.com)


Kunjungan ke semacam kebun binatang Macao ini dilakukan pada Minggu, 29 Oktober 2017. Sehari sebelumnya, kami menyusuri Kota Tua Macao, melihat warisan peninggalan Portugis, terutama gereja-gereja tua yang dibangun sejak abad 16 sampai awal abad 20. Yang paling mashur adalah reruntuhan Gereja Santo Paulus yang disebut juga sebagai altar-nya Macao. Gereja ini menjadi objek wisata paling ramai dikunjungi di Kota Tua Macao.

Kembali ke cerita Panda. Kebun binatang Macao ini terletak di Coloane. Jangan bayangkan kebun binatang tersebut seperti Taman Safari di Puncak. Kebun binatang Macao ini sangat kecil. Koleksi binatangnya juga terbatas sekali. Hewan andalan yang menjadi primadona adalah Panda.

Ada empat ekor Panda yang menempati dua kandang yang lumayan besar di situ. Saat kami ke sana, seekor Panda sepertinya sedang lapar. Ia makan anakan bambu tanpa henti sampai kami beranjak. Satunya lagi sedang tidak terlalu bersemangat makan. Sesekali ia ambil pucuk anakan bambu lalu kupas dengan mulut dan makan. Sisanya, ia buang. Lain kali, ia ambil pucuk anakan bambu itu lalu bawa ke atas tenda. Di sana ia mengunyah sambil berbaring. Malas-malasan.

Di kandang sebelah, masih ada dua ekor Panda lainnya. Tapi hari Minggu itu keduanya lebih senang bersembunyi. Tidak tampil seperti dua lainnya di kandang sebelah. Makanya, paling banyak pengunjung menyaksikan tingkah polah dua Panda yang aktif tadi. Ada yang merekam aksi mereka dengan video dan gambar baik dengan kamera maupun ponsel.

Red Panda yang “galau” mondar mandir dalam kandangnya. (Foto: Ciarciar.com)

Keluar dari kandang Panda, ada juga hewan yang disebut Red Panda. Ukuran badannya jauh lebih kecil dengan warna merah kecoklatan. Ada dua Red Panda di situ dan ditempatkan di dua kandang berbeda juga dengan ukuran kecil. Di kandang yang satu, Red Panda-nya malas-malasan. Di kandang lainnya, aktif. Lebih tepatnya seperti sedang galau. Ia mondar mandir, naik, turun sehingga menyulitkan mengambil gambar yang pas. Terus bergerak. Meski demikian, polah itu membuat pengunjung juga terhibur.

Selain dua hewan tersebut, penghuni kebun binatang ini tidak ada yang istimewa. Taman Safari di Puncak, Bogor atau Ragunan di Jakarta Selatan masih jauh lebih menakjubkan. Makanya, kunjungan kami ke sana juga berlangsung singkat.

Kami tutup kunjungan ko Coloane hari itu dengan melihat gereja tua, Gereja Santo Fransiskus Xaverius. Ini sebuah kapel kecil yang berada di tengah kampung dan langsung menghadap ke Cina daratan. Di sini, tersimpan reliqui jari tangan sang santo pelindung kapel tersebut.

Selepas itu, kami makan siang di sebuah restoran Portugis di pinggir pantai. Menunya, ya masakan Portugis minus wine, meski mayoritas pelayan restoran adalah orang Filipina. Jumlah menu yang dipesan terlalu banyak sehingga tidak bisa dihabiskan. Menu kambing yang “segunung” harus dibungkus untuk dikasihkan ke Mba Sri Wahyuni, tenaga kerja Indonesia asal Wonogiri yang kami temui di lorong Broadway Hotel di Taipa dua hari sebelumnya.

Nah, untuk melihat Panda, Anda tidak perlu lagi ke Macao atau Cina. Cukup ke Taman Safari. Sepasang Panda sudah didatangkan dari negeri asalnya untuk menjadi penghuni Taman Safari. Nanti, saya juga mau ajak anak-anak saya melihat Panda yang menggemaskan itu di Taman Safari, sekaligus membuktikan apakah mereka benar-benar jago kung fu seperti di film Kung Fu Panda tersebut atau tidak. (Alex Madji)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY