Home Inspirasi Makna Sebuah Idul Adha

Makna Sebuah Idul Adha

697
0
SHARE

Jumat, 26 Oktober 2012 adalah hari raya Idul Adha atau hari raya kurban. Wikipedia memberi penjelasan tentang Idul Adha begini, “Pada hari ini diperingati peristiwa kurban, yaitu ketika nabi Ibrahim (Abraham) yang bersedia untuk mengorbankan putranya Ismail untuk Allah, akan mengorbankan putranya Ismail, kemudian digantikan oleh-Nya dengan domba.”

Dilanjutkan, “Pada hari raya ini, umat Islam berkumpul pada pagi hari dan melakukan salat Ied bersama-sama di tanah lapang, seperti ketika merayakan Idul Fitri. Setelah salat, dilakukan penyembelihan hewan kurban, untuk memperingati perintah Allah kepada Nabi Ibrahim yang menyembelih domba sebagai pengganti putranya.”

“Hari Raya Idul Adha jatuh pada tanggal 10 bulan Dzulhijjah, hari ini jatuh persis 70 hari setelah perayaan Idul Fitri. Hari ini juga beserta hari-hari Tasyrik diharamkan puasa bagi umat Islam. Pusat perayaan Idul Adha adalah sebuah desa kecil di Arab Saudi yang bernama Mina, dekat Mekkah. Di sini ada tiga tiang batu yang melambangkan Iblis dan harus dilempari batu oleh umat Muslim yang sedang naik Haji. Hari Idul Adha adalah puncaknya ibadah Haji yang dilaksanakan umat Muslim,” tulis Wikipedia lebih lanjut.

Sehari menjelang Idul Adha 2012 ini, seorang teman saya yang adalah ahli Kitab Suci Agama Kristen Hortensius Mandaru pada dinding Facebook-nya menulis begini, “Dgn (dengan) mengurbankan kambing (hewan kurban), Nabi Ibrahim tdk (tidak) jadi mengurbankan Nabi Ishmail (atau nabi Ishak dlm versi Yudeo-Kristiani). Pesannya abadi: Tidak boleh ‘mengurbankan’ manusia sbg (sebagai) bukti ketaatan kepada Allah.”

Di bawah status itu seorang rekan lainnya Ansel Alaman menulis, “Betul Kraeng (sebutan paling hormat untuk seorang pria dewasa laki-laki) Tensi, tanda taat pada Allah tidak boleh korbankan sesama bahkan eksploitir alam. Dalam konteks itu, toleransi, persaudaraan dan solidaritas wangsa Abrahamik (Yahudi, Kristen,Islam) adalah keharusan.”

Jadi cerita kurban ini tidak hanya ada pada Islam, tetapi juga pada Kristen, dan Yahudi (agama-agama samawi). Maka refleksi universalnya (untuk saya) adalah bahwa ketaatan pada Allah jangan sampai mengurbankan sesama manusia. Kemanusiaan yang adalah nilai-nilai universal harus menjadi titik berangkat semua umat beragama di seluruh dunia untuk menciptakan keadilan dan perdamaian di muka bumi ini. Akhirnya, selamat merayakah hari raya Idul Adha bagi teman-teman Muslim. (Alex Madji)