Mau Sukses sebagai Bloger? Contohi Travel Bloger Ini

Mau Sukses sebagai Bloger? Contohi Travel Bloger Ini

489
SHARE
Foto: Ciarciar.com

Beberapa minggu lalu, saya membeli buku “The Naked Traveler 7” karya Mbak Trinity. Ini buku tentang perjalanan. Traveling. Isinya, pengalaman perjalanan sang penulis yang menggunakan nama samaran, Trinity, ke berbagai negara dan pelosok-pelosok negeri ini. Plus sisipan dari sahabatnya, bernama Yasmin, tentang naik haji ke Tanah Suci.

Ia seorang traveler sejati. Seorang Backpacker. Suka melanglang buana sendiri ke mana saja dengan menggunakan biaya sendiri. Kadang diundang orang.

Yang menarik untuk saya, ia adalah seorang bloger. Serpihan-serpihan pengalaman selama perjalanan itu ia tulis dan diunggah ke blog. Kerajinan mengisi blog menobatkannya sebagai travel bloger. Dan dari aktivitas ngebloging ini ia sudah menerbitkan banyak buku. Buku yang saya beli itu adalah yang ketujuh tentang traveling. Buku ini diterbitkan dalam rangka ulang tahun ke-10 ia ngbloging.

Tulisan pada buku-buku tersebut, termasuk dalam buku yang saya beli itu, sudah dimuat di blognya yang beralamat di Naked-Traveler.com. Sebelum membayar domain dan sewa hosting, Mbak Trinity menggunakan blog gratis Neked-traveler.blogspot.com. Setelah merasa sukses di blog gratis, ia geser ke website sewaan. Hasilnya mencengangkan.

Tulisan-tulisannya dalam bolg itu kemudian dikumpulkan menjadi buku-buku traveling terkemuka di Indonesia. Buku-buku itulah yang menjadi sumber penghidupannya. Karena itu, dalam bukanya ia selalu mendorong orang untuk membeli.

Menulis delapan buku adalah sebuah prestasi luar biasa. Kehebatan itu semakin diakui ketika ia masuk kategori sebagai penulis top di negeri ini, khusus dalam bidang traveling. Sebagai penulis besar, ia diundang ke pameran buku nomor satu dunia, Frankfurt Book Fair 2015 di Jerman, sebagai salah satu delegasi dari Indonesia. Bukan sekadar hadir. Ia juga menjadi pembicara dan berbagi panggung dengan penulis kelas dunia.

Tentang acara ini ia menulis, “Yang bikin bangga, delapan judul buku saya dipajang di rak National Stand, juga kutipan gambar komik Duo Hippo Dinamis oleh ilustrator Sheila Rooswhitha di Pavilion. Saya pun jadi pembicara di diskusi panel tentang travel writing bersama Agustinus Wibowo dengan moderator Elizabeth Pisani dari National Stand. Beberapa wartawan mewawancarai saya dan masuk media, termasuk rubrik “Nama&Peristiwa Harian Kompas. Beberapa pembaca buku saya juga ada yang minta tanda tangan dan foto bareng, termasuk fans dari Malaysia. Yang membanggakan lagi buku travel sudah bisa disejajarkan dengan buku sastra klasik, novel fiksi, dan genre lainnya. Bukan hanya di Indonesia, melainkan di Franfurt Book Fair pun hall khusus buku travel ada dan besar.” (hal 10-11)

Membaca buku ini bisa memantik semangat para bloger, termasuk saya dan mungkin juga Anda. Seorang bloger pun bisa sukses seperti dia. Yang terpenting adalah ketekunan dan fokus. Mbak Trinity menyelipkan pesan ini dalam buku ke-7 itu:

Karena passion! Passion saya adalah travel writing, jadi nggak berasa kerja meski nggak dibayar sekalipun. Memang kadang saya mengalami kebosanan menulis (travelling-nya sih, nggak pernah bosan), tapi itu biasa terjadi, separah-parahnya posting jadi hanya sebulan sekali. Tidak semua trip itu bisa ditulis demi menjaga kualitas,” tulisnya di hal 5.

Nah, untuk para bloger, lanjutkan dengan passion yang sedang Anda geluti. Niscaya suatu saat Anda akan sama dengan Mbak Trinity. Mudah-mudahan saya juga nanti bisa seperti dia. (Alex Madji)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY