Home Inspirasi Mau Usaha Anda Sukses? Rekrutlah Banyak Direktur Cewek

Mau Usaha Anda Sukses? Rekrutlah Banyak Direktur Cewek

1297
1
SHARE
Ilustrasi

Ini sebuah hasil penelitian di Inggris yang dilansir Dailymail.co.uk, 30 september 2013. Disebutkan, perusahaan-perusahaan yang mempekerjakan lebih banyak perempuan pada posisi eksekutif akan sangat menguntungkan perusahaan. Sebuah perusahaan yang mendudukkan lebih banyak perempuan pada dewan direksi akan meraih profit hingga lebih dari 42 persen dan para pemegang saham bisa mendapat keuntungan hingga 52 persen.

Penelitian yang dilakukan Sodexo pada berbagai jenis pekerjaan yang berbeda menemukan bahwa perusahaan yang merekrut makin banyak perempuan bisa meningkatkan performa bisnis perusahaan tersebut. Karena itu, bila sebuah perusahaan ingin mendapat banyak keuntungan tempatilah lebih banyak perempuan pada posisi strategis.

Perusahaan dengan tiga atau lebih perempuan di posisi direksi mendapat marjin keuntungan hingga 16,8 persen. Sedangkan tanpa perempuan di posisi-posisi strategis, keuntungan mereka rata-sata hanya 11,5 persen.

Chief Executive Sadexo UK & Ireland Debbie White (51) mengatakan, “Satu orang perempuan di sekitar meja pimpinan tidak akan memajukan performa perusahaan. Anda harus mengatasi sindrom “suara tunggal” untuk keberagaman demi mencapai kesuksesan.”

Jumlah perempuan yang duduk pada posisi-posisi puncak perusahaan-perusahaan di Inggris melonjak tajam belakangan ini. Pada 1992, jumlah mereka hanya 6,2 persen, tetapi tahun ini meningkat menjadi 17,3 persen dari perusahaan-perusahaan yang terdaftar atau mencatatkan sahamnya di FTSE 100, bursa efek London.

Burberry adalah perusahaan yang menempatkan perempuan paling banyak pada posisi direktur. Tiga dari delapan dewan direksinya disisi oleh perempuan, termasuk sang CEO, Angela Ahrendts.

Penelitian Sadexo yang akan diterbitkan secara utuh bulan ini menyebutkan, keseimbangan antara pria dan wanita pada posisi dewan direksi akan membawa keuntungan bisnis. Mereka juga mengingatkan ketentuan yang begitu rigid dari pemerintah terkait kuota perempuan pada dewan direksi perusahaan-perusahaan publik Inggris.

“Yang penting dan perlu selalu diperhatikan baik oleh pria maupun wanita adalah bahwa ini bukan hanya soal jumlah. Mencapai kuota jenis kelamin belaka sama sekali tidak menguntungkan bagi siapa pun. Penempatan seorang perempuan sebagai dewan direksi haruslah tetap dalam konteks kekayaan dewan secara keseluruhan. Dia harus bisa memberi kontribusi berdasarkan kemampuan, keterampilan, dan perpespektif yang berbeda demi kemajuan perusahaan,” demikian bunyi pernyataan lembaga penelitian tersebut.

Menurut lembaga itu, pertumbuhan jumlah perempuan yang menjadi direktur dalam beberapa bulan terakhir meningkat tajam. Pada 2011, pemerintah meminta perusahaan-perusahaan untuk menempatkan lebih banyak perempuan pada posisi dewan direksi dalam empat tahun. Kalau tidak, pemerintah akan mengintervensi.

Kebijakan itu diambil menyusul rekomendasi Lord Davies yang mendesak Inggris supaya dewan direksi perusahaan-perusahaan publik yang terdaftar di FTSE 100 diisi oleh 25 persen perempuan pada 2015 mendatang.

Sekretaris Bisnis Vince Cable awal tahun ini menegaskan, “Argumen melibatkan makin banyak perempuan di posisi dewan direksi sangat jelas yaitu karena mereka (kaum perempuan) bisa memberikan ide dan perspektif yang segar. Mereka juga memiliki kemampuan yang mumpuni serta punya pengalaman luar negeri untuk memberikan pertimbangan dalam proses pengambilan keputusan yang lebih baik.”

Ditambahkan, “Ini bukan melulu soal keberimbangan gender pada posisi puncak perusahaan-perusahaan kita, tetapi terkait masalah rasa bisnis yang baik.” (Alex Madji)