Home Umum Medali Pertamaku

Medali Pertamaku

762
0
SHARE
Foto: Ciarciar.com

Minggu 28 Agustus 2016, saya mengikuti lomba lari Maybank Bali Marathon (MBM) di Gianyar, Bali. Penyelenggaranya, PT Bank Maybank Indonesia Tbk. Menurut mereka yang selalu mengikuti lomba lari ini sejak 2012, MBM adalah yang terbaik di negeri ini. Ibarat lebaran, ini adalah idulfitrinya para pelari. Para penyuka lari akan berkumpul di sini sebagai puncak dari berbagai macam lomba lari sepanjang tahun.

MBM menjadi begitu berkelas selain karena jumlah hadiah yang sangat besar, hingga mencapai total Rp 2 miliar, juga karena MBM menjadi ajang kualifikasi untuk mengikuti Boston Marathon. Boston Marathon adalah lomba lari terbaik dan tertinggi di dunia. Maka, mengikuti MBM adalah sebuah kebanggaan untuk para runner. Jumlah pesertanya juga berjibun. Mencapai 7.500 orang.

Pada MBM ini ada tiga kategori yang dilombakan. Pertama, full marathon atau maraton penuh yang menempuh jarak 42 kilometer. Kedua, half marathon atau setengah maraton yang menempuh jarak 21 kilometer. Ketiga, 10K atau lomba lari 10 kilometer. Peserta untuk semua kategori ini datang dari berbagai benua mulai dari Asia, Australia, Afrika, Amerika, hingga Eropa. Semua berkumpul di sini.

Dari dalam negeri, yang mengikuti lomba ini bukan hanya warga biasa seperti saya. Juga ada artis semacam Dian Sastro, Ibnu Jamil, dan Daniel Mananta. Politisi seperti Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto juga ambil bagian. Atlet-atlet lari nasional turut serta. Demikian pun atlet-atlet lari asal Kenya yang pada akhirnya menyapu bersih seluruh gelar kategori full marathon putra dan putri serta half marathon. Total, para pelari asal Kenya ini membawa pulang hadiah uang kurang lebih setengah miliar. Fantastis.

Saya berada di antara ribuan orang itu. Awalnya hanya diundang sebagai peliput MBM. Belakangan, pihak Maybank yang mengundang wartawan mendaftarkan kami juga sebagai peserta. Maka jadilah saya ikut lari secara gratis. Selain itu, kami juga dapat race pack, tas yang berisi jersey kuning, nomor BIB, dan hand book MBM. Saya mendapat nomor 9838. Alhamdulilah.

Terus terang, ini adalah untuk pertama kalinya saya ikutan lari pada ajang seperti ini. Maka, saya memilih ikut lari 10K. Saya tidak berani ambil half marathon, apalagi full marathon. Apalagi saya tidak punya persiapan untuk lomba lari ini. Dadakan. Hanya karena didorong teman kantor istri saya yang ikut lomba full marathon. Ia dan istrinya adalah runner sejati. Di mana pun ada lomba lari, mereka berdua pasti ada.

Saya memang suka lari. Tapi bukan untuk lomba. Murni sebagai olahraga. Satu-satunya olah fisik saya dalam hampir 10 tahun terakhir adalah lari. Rutin lari sekali seminggu. Waktu tinggal di Cikarang, race saya adalah Boulevard Kota Deltamas hingga cabang ke kantor Bupati Bekasi. Begitu pindah ke Bintaro Jaya, saya mula-mula lari ke arah Pasar Segar pulang pergi. Kemudian pindah race hingga ke Masjid Bani Umar. Beberapa tahun terakhir, saya lari hingga melewati Mc Donald dan Gramedia di Discovery. Bahkan saya pernah lari sampai Kebayoran Residence. Hitung-hitung, sekali lari saya menempuh jarak lebih dari 8 kilometer.

Hanya saja saya tidak pernah menghitung waktu. Sebab yang penting untuk saya adalah berlari dan keringat. Cukup. Tapi saya juga pernah hitung, lari 8 kilometer saya tempuh dalam waktu satu jam. Pernah juga kurang dari itu. Inilah modal saya mengikuti MBM. Ketika memutuskan mengikuti lomba lari ini dan mengambil 10K, saya yakin pasti sampai finis. Soal catatan waktu, saya tidak tahu berapa lama.

Begitu bendera start dikibarkan, saya hidupkan stop watch pada jam tangan. Karena banyaknya peserta, kami yang di bagian belakang mula-mula jalan. Lari sesungguhnya ketika ruang gerak agak sedikit besar. Saya sendiri berlari non stop hingga kilometer 5. Di sana ada water station. Kita dikasih minum. Di sini saya berjalan sebentar sebelum lari lagi. Di kilometer 8, saya berhenti untuk foto. Ada peserta lain minta difotokan, sebelum gantian saya difoto. Eh, sayang, fotonya tidak jadi.

Dari situ saya lari lagi hingga menjelang finis. Sempat jalan beberapa langkah sebelum akhirnya berlari lagi dan menginjak garis finis. Saat itu, saya pandang jam tangan dan matikan stop watch. Tercatat saya menghabiskan waktu 1 jam 17 menit dan 31 detik.

Dari situ saya masuk ke jalur 10K untuk mengambil minuman, pisang, dan diberi medali finisher. Inilah medali pertamaku dalam dunia lari. Semoga medali ini menginspirasi untuk lari-lari berikutnya. Anda mau coba juga? (Alex Madji)