Home Inspirasi Memilih Pekerjaan Sampingan

Memilih Pekerjaan Sampingan

756
0
SHARE
Ilustrasi

Bagi banyak orang, terutama seniman, kreativitas atau gagasan/ide-ide baru ditemukan dalam keheningan. Makanya, orang-orang seperti ini kerjanya malam hari, ketika mayoritas orang tenggelam dalam tidur. Tetapi terkadang, untuk orang-orang tertentu, kreativitas itu muncul ketika dalam keadaan terjepit. Keadaan tertekan membuat orang dipaksa untuk berpikir dobel.

Ketika orang terjepit secara ekonomi, misalnya, tiba-tiba muncul gagasan untuk mencari penghasilan tambahan. Ketika gaji di kantor yang hanya sebatas upah minimun regional alias UMR dan tidak cukup lagi menghidupi keluarga, maka muncul saja ide untuk mencari penghasilan tambahan melalui pekerjaan-pekerjaan sampingan, tanpa mengganggu pekerjaan utama. Meskipun, kadang-kadang pekerjaan yang tadinya sebagai sampingan menjelma menjadi yang utama. Tetapi untuk ini, butuh waktu plus kerja keras.

Lalu apa saja pekerjaan atau usaha sampingan yang bisa dilakukan? Sebenarnya banyak. Saya hanya memberi beberapa contoh berikut ini yang dijalani teman-teman kantor saya.

1. Jualan Kaus Bola
Seorang teman kantor saya, memiliki pekerjaan sampingan menjual kaus, khususnya imitasi jersey bola baik klub maupun tim nasional. Ketika liga-liga Eropa hendak bergulir pada Agustus 2014 lalu, yang dijual adalah kaus-kaus klub-klub tenar Eropa seperti MU, Chelsea, Arsenal. Manchester City, dan Liverpool di Inggris. Atau Barcelona dan Real Madrid di Spanyol, serta Juventus, AS Roma, dan AC Milan di Italia.

Sebelumnya, menjelang Piala Dunia 2014 di Brasil lalu, yang dijual teman ini adalah imitasi jersey timnas peserta Piala Dunia. Dari 32 negara peserta yang paling banyak dipesan adalah Inggris, Jerman, Argentina, Brasil, Belanda, Spanyol, dan Italia.

Teman-teman kantor pun ramai-ramai memesan kaus dari klub-klub dan timnas negara dukungan mereka masing-masing. Dia hanya membawa beberapa contoh kaus. Bagi yang berminat dan ukuran pas, langsung beli kaus yang dibawa itu dengan harga Rp 100.000. Kadang juga dia melayani pemesanan dari luar kota.

Keuntungan dari jualan kaus ini, kata dia, lumayan untuk menutupi sebagian pengeluaran rumah tangga. Tetapi, kata teman tadi, ketika nilai tukar rupiah semakin melemah seperti saat ini, bisnis ini sedikit melambat. Maklum kebanyakan kaus imitasi jersey ini didatangkan dari Thailand. Tetapi, meski tidak seberapa, hasil jualan kaus ini tergolong lumayan untuk menutup kekurangan belanja rumah tangga.

2. Jualan Batik
Teman lainnya memilih menjual batik. Setiap hari, di tasnya selalu berisi beberapa potong hem batik masih dalam kemasan. Dia menjual dengan berbagai variasi harga, umumnya terjangkau. Menurut ceritanya, dari satu batik dia mengambil untung Rp 10.000 sampai Rp 15.000. Dalam sebulan dia bisa menjual 10-15 eksemplar.

Meskipun masih kecil, tetapi sebagai pekerjaan sampingan, ini sudah lumayan. Tinggal dikembangkan dengan intensitas penjualan yang tinggi maka niscaya hasilnya pun akan optimal.

3. Menulis Buku
Bila Anda bekerja di dunia tulis menulis, semisal wartawan atau editor di penerbitan, maka menulis buku patut dicoba. Beberapa teman saya yang bekerja sebagai wartawan dan editor penerbitan sudah menghasilkan beberapa buku. Mereka menulis beragam tema, umumnya terkait liputannya masing-masing. Ada juga yang menulis biografi orang.

Meskipun royalti yang diterima penulis kecil, tetapi kalau buku yang dihasilkan itu masuk kategori best seller, pendapatannya juga lumayan besar. Atau, kalau bisa menghasilkan beberapa buku, maka royalti juga akan berlipat ganda.

Terkait ini, ada beberapa teman saya yang kemudian justru menekuni dunia tulis menulis buku ini sebagai pekerjaan utama lantas meninggalkan profesi wartawan. Beberapa dari mereka malahan sudah mendirikan penerbitan sendiri.

Hasilnya? Mencengangkan. Dari menulis buku mereka bisa membeli mobil. Menulis buku yang tadinya sebagai sampingan belaka kini justru menjadi pekerjaan utama. Mereka lalu memilih menekuni dunia tulis menulis dan penerbitan, lantas meninggalkan profesi wartawan. Tetapi yang lain lagi, profesi wartawan tetap dilakoni dan pada saat bersamaan menulis buku juga terus berjalan.

Anda bisa meniru apa yang dilakukan teman-teman saya di atas, tapi bisa juga menemukan sesuatu yang lebih cocok dan pas untuk kondisi dan situasi Anda. Apapun yang Anda pilih untuk dijadikan sebagai pekerjaan sampingan, yang terpenting adalah berani memulai, tekun menjalani dan tentu saja ada kemauan untuk kerja ekstra keras. Bila semua itu dilakukan, di belakang hari, insya Allah, Anda akan memetik hasilnya. Selamat mencoba. (Alex Madji)