Home Inspirasi Mengenal Lebih Jauh tentang Bell’s Pasy

Mengenal Lebih Jauh tentang Bell’s Pasy

450
3
SHARE

Bell’s Pasy yang menyerang saya menuntut saya mencari tahu tentang penyakit ini. Sebab, sebelumnya saya tidak paham dan bahkan jarang mendengar tentang penyakit tersebut. Bukan hanya saya. Survei kecil-kecilan yang saya lakukan di tempat saya bekerja pada Rabu, 26 Oktober 2011 menunjukkan bahwa penyakit ini tidak banyak diketahui publik.

Dari tiga orang yang saya tanya tentang Bell’s Pasy, tidak ada satu pun yang mengetahui penyakit tersebut. Mereka mengira, penyakit ini sama dengan stroke karena ciri-cirinya sama.

Bell’s Palsy diambil dari nama seorang dokter dari abad ke-19 asal Skotlandia, Sir Charles Bell. Dia melakukan studi tentang saraf dan inervasinya pada wajah 200 tahun silam. Dialah yang menemukan penyakit ini sehingga nama penyakit ini diambil dari namanya sendiri. Dialah orang pertama yang menjelaskan kondisi ini dan menghubungkan dengan kelainan pada saraf wajah.

Bell’s palsy adalah nama penyakit yang menyerang saraf wajah hingga menyebabkan kelumpuhan otot pada salah satu sisi wajah. Penyakit ini terjadi secara tiba-tiba dan mencapai puncaknya dalam 48 jam.

Penyakit ini bukanlah stroke, meski ciri-cirinya hampir sama dengan stroke. Memang umumnya Bell’S Pasy hanya menimpa salah satu bagian wajah. Tetapi satu dua kasus menunjukkan bahwa penyakit ini bisa menimpa dua wajah.

Berbeda dengan stroke, kelumpuhan pada sisi wajah ditandai dengan kesulitan menggerakkan sebagian otot wajah, seperti mata tidak bisa menutup, tidak bisa meniup, mulut perot, kening tidak bisa dikernyit, sakit pada bagian bawah telinga, dan sakit pada kepala bagian sebelah.

Beberapa ahli mengatakan penyebabnya adalah karena terjadi disfungsi syaraf VII (syaraf fascialis). Virus herpes membuat syaraf ke-7 itu menjadi bengkak akibat infeksi. Ada juga dokter yang menyebutkan bahwa penyakit ini terjadi karena peradangan pada syarat ke-7 yang terletak di bawah telinga sehingga perintah dari otak yang menjadi pusat syarat tidak bisa diteruskan oleh syaraf tersebut. Peradangan ini ditimbulkan oleh terpaan angin AC atau kipas angin. Penyebab lainnya adalah karena trauma.

Tetapi jangan takut. Sebab kerusakan saraf ke-7 ini ternyata tidak permanen dan bisa diobati. Karena itu dengan atau tanpa pengobatan, penderita Bell’s Pasy bisa pulih dalam waktu dua minggu dan bisa normal kembali dalam waktu 3 sampai 6 bulan.

Orang yang sangat parah terserang Bell’s Pasy, kata Dokter Yusak Mangara Siahaan yang saya jumpai di Siloam Hospitals Lippo Karawaci, Selasa, 25 Oktober 2011, akan memiliki sisa sedikit pada ujung mulut yang terserang Bell’s Pasy. “Masa ibu tidak bisa menerima itu,” ujarnya sambil mlihat istri saya.

Metode pengobatannya berupa obat-obatan jenis steroid yang dapat mengurangi pembengkakan dan vitamin yang membantu pemulihan syaraf yang rusak tersebut. Selain itu, pengobatannya bisa dilakukan dengan cara terapi. (Alex Madji)