Home Gagasan Menunggu Vibrasi Dukungan Keluarga Gus Dur terhadap Jokowi-Ma’ruf Amin

Menunggu Vibrasi Dukungan Keluarga Gus Dur terhadap Jokowi-Ma’ruf Amin

203
SHARE
Sumber Foto: Liputan6.com

Putri KH Andurrahman Wahid atau Gus Dur, Yenny Wahid, akhirnya mengumumkan sikap politik keluarga Gus Dur pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019. Mereka mendukung pasangan Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin. Alasannya, visi dan misi pasangan ini cocok dengan cita-cita dan semangat perjuangan Gus Dur.

Dukungan itu bukan hanya dari keluarga Gus Dur. Juga dari sejumlah organisasi “pendukung”-nya. Keputusan ini tentu saja cukup melegakan para pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin dan disambut baik peserta koalisi. Juga semakin menambah kepercayaan diri pasangan ini untuk memenangi Pilpres 17 April 2019.

Sebelum mengambil keputusan politik, para capres dan cawapres bertemu Ny Sinta Nuriyah Wahid, istri Gus Dur, di Ganjuran, Jakarta Selatan. Jokowi dan pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandiaga Uno. Paling akhir, KH Ma’ruf Amin berkunjung ke sana sebelum Yenny mengumumkan sikap politik keluarga Gus Dur, Rabu 26 September 2018 di sekretariat Gusdurian, Kalibata, Jakarta Selatan.

Sandiaga Uno pernah menawarkan Yenny posisi strategis di tim kampanye pasangan Prabowo-Sandiaga Uno. Namun, Yenny bergeming. Ia rupanya tidak tergiur dengan tawaran tersebut.

Sebenarnya ada kekhawatiran, kalau-kalau keluarga Gus Dur mendukung Prabowo-Sandiaga Uno. Alasan paling utama dari kekhawatiran tersebut adalah Yenny tidak ingin berada dalam satu gerbong dengan Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PKB, yang menjadi salah satu pemain kunci dalam koalisi pendukung Jokowi-KH Ma’ruf Amin.

Yenny dan Cak Imin, sapaan Muhaimin Iskandar, adalah musuh lama. Meskipun, mereka ini masih satu keluarga juga. Politik membuat hubungan mereka tidak harmonis. Perseteruan Cak Imin dan pamannya, Gus Dur, berlangsung lama yang berbuntut pada perpecahan PKB.

Pertikaian itu juga masih diteruskan Yenny vs Cak Imin. Namun pada akhirnya, Cak Imin-lah yang dinyatakan menjadi “pemilik sah” PKB hingga saat ini. Upaya Yenny mendirikan partai baru untuk menandingi PKB juga gagal.

Sumber Foto: Sindonews.com

Perseteruan antara kubu Gus Dur dan Cak Imin masih berlanjut menjelang pemilihan cawapres Jokowi. Menurut cerita Mahfud MD pada sebuah acara televisi swasta bulan lalu, Jokowi sudah memilih dirinya. Ia sudah diminta pihak Istana untuk bersiap menjelang pengumuman cawapres. Namun sejumlah pihak, termasuk Cak Imin, tidak sepakat. Bahkan, ia mengancam mencabut dukungan bila tidak memilih kader Nahdlatul Ulama. Menjelang itu, memang, ramai diberitakan bahwa Mahfud mendadak bukan kader NU. Pada akhirnya, Jokowi memilih KH Ma’ruf Amin yang adalah pemimpin tertinggi NU.

Pilihan Yenny mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin membuat mereka (keluarga Gus Dur) mendapat sambutan hangat di media sosial. Tanda pagar (tagar) #YenyWahidforJokowi menjadi topik utama sepanjang Rabu 26 September 2018 sore di jagat Twitter. Artinya, keputusan ini disambut antusias publik.

Saya bayangkan, kalau Yenny mendukung Prabowo-Sandi, boleh jadi Yenny akan “dihabisi” di media sosial. Meskipun, pilihan Yenny Wahid terhadap Jokowi-Ma’ruf Amin, juga mungkin, membuat pendukung Prabowo-Sandi geram.

Karena itu, hemat saya, pilihan Yenny yang bernama lengkap Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid itu sangat tepat dan searas dengan narasi yang dibangun oleh NU sendiri. Tentu saja, sejalan pula dengan nilai-nilai yang diperjuangkan dan diwariskan Gus Dur. Yaitu membela dan berpihak pada mereka yang tidak terjamah dan belum terpenuhi kebutuhan dasarnya, kelompok minoritas, memperjuangkan kebebasan beragama dan kesetaraan dalam banyak hal. Demi itu semua, Yenny melupakan perseteruannya dengan Cak Imin untuk berada dalam gerbong yang sama pada Pilpres 2019.

Dukungan ini juga memperlihatkan solidnya dukungan NU baik struktural maupun kultural yang diwakili keluarga Gus Dur kepada Jokowi-Ma’ruf Amin. Bagi NU, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kehilangan daya pikatnya.

Namun yang ditunggu hingga pemungutan suara 17 April 2019 adalah seberapa besar daya getar atau vibrasi dukungan keluarga Dus Dur terhadap tingkat keterpilihan Jokowi-Ma’ruf Amin. Jawabannya yang pasti tunggu pas pemungutan suara. (Alex Madji)