Home Umum Nasihat untuk Anies Baswedan

Nasihat untuk Anies Baswedan

977
0
SHARE
Anies Baswedan dan Sandiaga Uno (Foto: Merdeka.com)

Menjelang pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017, banyak sekali berita peristiwa dan pernyataan dari para calon. Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)/Djarot Saiful Hidayat, Anis Baswedan/Sandiaga Uno, Agus Harimurti Yudhoyono/Sylviana Murni. Senang saja membaca mereka sindir satu sama lain. Menyerang dan mengkritik sambil berharap mendapat simpatik dari pemilih pada hari pecoblosan nanti.

Tapi bukan hanya berita yang saya baca. Juga komentar-komentar di bawah berita-berita tersebut di media online. Justru komentar-komentar ini lebih seru, sadis, dan kejam bagi si penutur. Para pembaca lebih galak dari media yang menyajikan berita. Di situlah kehebatan dan kelebihan media online dibanding cetak dan televisi.

Sebagai contoh, Anies Baswedan membuat pernyataan kontroversial bahwa bersihnya sungai-sungai di Jakarta karena rancangan Fauzi Bowo atau Foke. Pernyataan ini memunculkan kritik pedas untuk mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada Kabinet Kerja itu. Coba simak berita dari Detik.com ini.

Komentar atas berita ini berjibun. Per tanggal, 5 Oktober 2016 pukul 14.15 WIB jumlahnya mencapai 500. Isinya pun pedas-pedas. Saya mengutip beberapa di sini.

selalu98 @selalu98: Kalau Pak Anies nanti yang menjadi Gubernur maka sungai2 di Jakarta akan bening dan banyak ikannya dan teman ahok yang akan sering mancing di sungai (sayang cuma dalam mimpi)

Setiawan Benjamin @setiben: suruh si anies ngomong gitu di depan pasukan orange..

kelar idup luh…

Yoji Yosa @yojiyosa897: Siapa pun yg ngerancang terus siapa yg krja yg penting hasilnya ada alias sungainya bersih rakyat senang

Kadjie @kadjie: gue punya rancangan jakarta bebas macet, cuma ngrancang doang tp kagak tahu mau aksi gmn

Michael Bondodi @avatar-aki: Kalau pak anis menang, tidak akan mengikuti program pak Ahok, akan mengembalikan lahan pada ‘fungsinya’ bantaran sungai jadi rumah, waduk jadi caffe, sungai jadi tempat sampah, gak pa2 kumuh yg penting rakyat kecil happy. Tanah negara di bagi2, monas di kavling, akhir tahun bagi2 uang.

Vinzz86 @davintrisnadi86: Pantes dipecat ama Jokowi, ngomong no 1 tp ga kerja-kerja

Your.bozz @your.bozz: gubernur Foke merancang tapi ga kerja2, yg kerja adalah Jokowi dan Ahok. Anies tinggal menikmati dan merancang sesuatu yg lain.. merancang aja.. pantas jadi menteri aja sampe dipecat.

Ady Siswanto @lastwong: Anies cm bs retorika,jd Gub ntr cm bikin rencana doang..mngkn salah satu x rencana tiap Sabtu siang mkn lobster bareng tupiik cs.”

Berdasarkan berita ini, teman saya mengirim hasil pencariannya di Google. Ketika dimasukkan kata-kata “Sungai di Jakarta Bersih karena Foke”, sang mesin pencari meralat “Did you mean: Sungai di Jakarta bersih karen Ahok”. Pencarian ini juga menjadi viral. Tidak yakin dengan postingan tersebut, Rabu, 5 Oktober 2015 saya memasukkan lagi kata-kata “sungai di jakarta bersih karena foke” di Mbah Google. Dia meralat, “Showing results for sungai di jakarta bersih karena ahok”. Ini menjadi ledekan untuk Anies Baswedan. Hal ini kemudian menjadi bahan Ahok untuk meng-kick balik Anies Baswedan. Seru bukan?

Setelah diledek-ledek sedemikian, Anies sibuk mengirim rilis untuk meluruskan pernyataannya ke berbagai media. Di Kompas.com berita bantahan itu diberi judul begini. Sayang, pembaca juga tetap menjadikan Anies sebagai bulan-bulanan. Mereka tetap berkomentar pedas pada berita ini. Begini beberapa komentar pembaca dari 377 komentar pada berita tersebut:

wrazif

Selasa, 04 Oktober 2016 | 08:03

Pak Anies salah. Prokasih (program kali bersih) itu dicanangkan oleh Ibu Tien Soeharto th 1978 tapi gagal karena pemukiman liar sepanjang bantaran Ciliwung tidak ditertibkan.Gubernur Jokowi yg kemudian mulai dgn normalisasi Ciliwung dan Waduk PLuit, digencarkan oleh Ahok melalui pasukan kuningnya

Ernest

Senin, 03 Oktober 2016 | 22:09

Gak punya ide dan program sendiri ya ? ngapain serang orang pake bawa bawa foke ? Orang udah cape tau pak sama yang OMDO…

Alberto Diaz

Senin, 03 Oktober 2016 | 20:52

Maaf pak Anies, maaf ya, pak Anies bisa kan membedakan mana inisiator, koruptor dan mana eksekutor,….pikiran jangan kotor dong. Rakyat yang pinter pilih eksekutor kok

Yogie Dewa Lio

Senin, 03 Oktober 2016 | 13:17

Banyak ngomong nih orang…. Urusin pendidikan saja gagal… Klau berhasil mana mungkin di pecat dari mentri.

Budi Kerog

Senin, 03 Oktober 2016 | 10:55

jadi menteri aja ga becuz kerja…bijimane klo jadi Gub??? ud geto berani pindah haluan ke partai2 yg dulu dicelanya…bukti kalau nih org memang haus kekuasaan!”

Sumber Foto: alchetron.com
Sumber Foto: alchetron.com

Saya kasihan saja dengan Anies Baswedan. Ia tokoh intelektual yang cukup simpatik. Kata-katanya meneduhkan dan menenteramkan. Tapi gara-gara pernyataannya, ia di-bully. Karena itu, sebaiknya Anies lebih fokus ke jualan program untuk lebih menjadikan Jakarta lebih baik dari yang dibikin Ahok-Jarot saat ini. Jangan menjelekkan, apalagi menegasi kinerja mantan Bupati Belitung Timur tersebut.

Sebab wajah Jakarta yang kini makin cantik tak terlepas dari polesan Ahok. Ia mengerahkan segala kemampuannya, termasuk dengan kata-kata kasar, serta dengan keberanian luar biasa untuk membenahi Jakarta.

Langkah bagus justru dilakukan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono/Sylviana Murni. Keduanya belum pernah, minimal saya belum membaca, mengkrikik Ahok. Mereka lebih fokus menarik simpatik rakyat Jakarta. Misalnya dengan tebar peaona di Car Free Day (Baca: Saya Lebih Baik dari Agus Yudhoyono). Sekurang-kurangnya keduanya tidak menjadi bahan olok-olokan pembaca berita media online.

Tapi siapalah saya ini. Bukan ilmuwan. Apalagi agawan. Tak layaklah awak menasihati tokoh sekaliber Anies Baswedan. Ia cerdas dengan kata-kata yang biasanya terukur. Tapi kok menjelang Pilgub ini, ia berubah. Padahal, ia bisa tampil lebih elok, seelok wajahnya. Mungkin dengan begitu ia bisa menarik simpatik rakyat dan bisa mengalahkan Ahok pada hari pencoblosan nanti. (Alex Madji)