Home Inspirasi Neil Armstrong Digosipkan Mualaf

Neil Armstrong Digosipkan Mualaf

1445
4
SHARE


Astronot Amerika Serikat yang pertama kali mendarat di bulan, Neil A Armstrong sudah wafat pada Sabtu, 25 Agustus 2012 di Cincinnati, Ohio, Amerika Serikat, dalam usia 82 tahun. Berita wafatnya astronot yang mendarat di Bulan pada 20 Juli 1969 itu menghiasi media-media massa dunia. Tak terkecuali Indonesia.

Lalu tiba-tiba seorang teman lama, melalui facebook, meminta saya menulis sisi lain dari Neil Armstrong ini. Terutama terkait isu, gosip, dan rumor setelah Neil Armstrong pulang dari bulan. Media-media di Indonesia dan Malaysia ramai memberitakan bahwa begitu mendarat di Bulan, Neil Amstrong mengaku mendengar bunyi azan. Kemudian dia mengatakan bahwa Islam adalah agama yang benar.

Sebenarnya, Neil A Armstrong mengenal bahwa suara yang didengarnya di bulan itu adalah azan ketika mendengar bunyi serupa saat berkunjung ke Mesir. Best-hoaxes.blogspot.com mengutip wikislam, menulis, “Ini (azan) seperti bunyi yang pernah saya dengar ketika saya mendarat di Bulan.” Kemudian dilanjutkan lagi, “Seorang teman Mesir Neil Armstrong mengatakan bahwa itu adalah bunyi Azan. Dan seketika itu juga dia menjadi mualaf karena pengalamannya tersebut.”

Rumor itu begitu meluas di negara-negara Asia. Maka ketika suatu ketika Neil A Armstrong berkunjung ke Malaysia, ini adalah kesempatan emas untuk mengkonfirmasi langsung kebenaran rumor tersebut. Kepada dia ditanyakan, apakah benar bahwa dia mendengar bunyi azan di bulan dan apakah betul dia sudah mualaf. Mendengar pertanyaan ini, Neil Armstrong heran. Dia menegaskan bahwa tidak pernah mendengar suara azan di bulan.

Isu, rumor, dan gosip ini ternyata tidak benar. Ini hoax belaka. Blog berbahasa Inggris, http://best-hoaxes.blogspot.com/2011/05/how-neil-armstrong-converted-to-islam.html, mengutip pernyataan resmi dari seorang pembantu administratifnya, Vivian White. Orang ini, atas permintaan Neil Armstrong sendiri, menulis sebuah surat kepada Phil Parshall, Direktur Asian Research Center, International Christian Fellowship 29524 Bobrich, Livonia, Michigan 48152.

Isinya, “Laporan tentang kepindahannya (Neil Armstrong) ke Islam karena mendengar suara azan di bulan dan di tempat-tempat lain di dunia itu, semuanya tidak benar. Sejumlah media massa di Malaysia, Indonesia dan negara-negara lain sudah menerbitkan laporan ini tanpa verifikasi. Kami meminta maaf atas kerja jurnalistik yang tidak berkompeten seperti ini.”

Blog berbahasa Inggris lainnya, http://islamqa.info/en/ref/20880 juga menegaskan bahwa rumor itu tidak benar karena tidak memiliki sumber yang jelas. Rumor itu sengaja disebarluaskan untuk “menipu” iman umat Muslim awam, seperti juga banyak artis, olahragawan dan tokoh publik lainnya diberitakan memeluk agama ini. Tujuannya untuk memberi kesan bahwa agama ini lebih superior dari agama lain.

Bahkan sebuah blog berbahasa Indonesia, aji3b.wordpress.com menegaskan bahwa rumor ini sengeja dihembuskan untuk mendiskreditkan, membodoh-bodohi umat Islam, dan bahkan menghancurkan dunia Islam. “…mereka menganggap kebodohan dunia Islam karena tidak mau menerima kenyataan ‘American kafir’-lah yang pertama menginjakkan kaki di bulan, bukan orang muslim,” tulis blog tersebut.

Dilanjutkan, “Umat muslim tidak perlu seorang Neil Armstrong untuk meyakinkan dirinya bahwa agama Islam yang dianutnya adalah benar. Jika anda menyakini agama benar, maka yakinilah bahwa hal itu benar. Muslim dianggap menggunakan nama besar Neil Armstrong untuk membenarkan agamanya. (Saya menentang pernyataan itu). Masa kita dikatakan kurang meyakini agama kita sendiri sehingga perlu nama-nama besar dari dunia barat (Umat muslim, percayalah nama rasullullah sudah cukup besar buat kita dan dunia. Umat kita sendiri yang akhirnya menjadi bahan tertawaan, cukup sudah.”

Dimakamkan Secara Kristen
Neil Alden Armstrong yang lahir di Wapakoneta, Ohio pada 5 Agustus 1930 adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Ayahnya, Stephen Armstrong adalah pegawai negeri sipil. Sementara ibunya, Viola adalah seorang putri petani yang memiliki ladang sendiri atau tuan tanah. Stephan Armstrong dan Viola selalu berdoa agar anak-anaknya bertumbuh menjadi orang yang baik dan berguna di kemudian hari. Kedua orang tuanya taat beragama dan memiliki devosi yang kuat. Tetapi Neil yang kemudian dua kali menikah, menurut Telegraph.co.uk, tidak memiliki agama yang jelas. Atau paling tidak, dia tidak menunjukkan secara eksplisit agama yang dianutnya.

“Mereka (kedua orang tuanya) membiarkan saya mengikuti keinginan saya sendiri. Mereka tidak mencoba mendikte saya, apa yang saya harus lakukan atau kemana saya harus pergi,” kata Neil Armstrong di kemudian hari seperti dikutip media Inggris itu.

Tetapi satu hal yang pasti, anggota Senat Partai Republik dari negara bagian Ohio, Johnson mendesak Presiden Barack Obama untuk memakamkan Neil Arsmtrong dengan upacaya kenegaraan. Acara itu juga akan memberi kesempatan kepada warga Amerika Serikat untuk memberi penghormatan kepadanya.

Upacara kenegaraan itu akan melibatkan lima cabang angkatan bersenjata Amerika Serikat, dilakukan tembakan salvo artileri, flypast dan diiringi sejumlah band dan kor. Peti jenasah yang dibaluti bendera Amerika Serikat akan diarak di Pennsylvania Avenue dengan kereta kuda menuju Capitol, sebelum melakukan kebaktian di Washington National Katedral. Bagian terakhir ini, mudah-mudahan sedikit menguak rahasia agama Neil Armstrong.

Meskipun, dalam pernyataan resmi pihak keluarga mengumumkan wafatnya Neil Armstrong 25 Agustus 2012 malam disebutkan, “Bagi mereka yang mungkin bertanya apa yang bisa mereka lakukan untuk menghormati Neil, kami punya permintaan sederhana. Hormati teladan pelayanannya, kerendahan hatinya, dan kasih sayangnya. Setelah itu, ketika malam cerah tiba, Anda keluar dan melihat bulan akan tersenyum pada Anda. Ketika itu berpikirlah tentang Neil Armstrong dan berikanlah kepadanya sebuah kedipan.”

Selamat jalan Neil Armstrong. Apapun agamamu, yang pasti Anda sudah menginspirasi dunia bahwa apa yang tidak mungkin, menjadi mungkin. Selamat beristirahat dalam keabadian. (Alex Madji)

Keterangan foto: Neil A Armstrong (Foto: The Telegraph.co.uk)