Home Inspirasi Oase di Gedung Bertingkat

Oase di Gedung Bertingkat

589
0
SHARE

Dua perempuan paruh baya itu duduk di sebuah sofa di bagian pojok Kafe Javaro yang terletak pada bagian pojok lantai dasar sebuah kantor di bilangan Palmerah Barat, Jakarta Barat, Senin, 6 Agustus 2012 sore. Mereka menyeruput masing-masing secangkir kopi sambil berbagi cerita. Banyak hal yang mereka ceritakan. Mulai masalah pekerjaan hingga soal hubungan sosial. Keduanya asyik dan duduk berjam-jam pada sore itu.

Saya bersama istri duduk di meja sebelah mereka. Saya menyeruput secangkir cappuccino, sementara sang istri menikmati segelas coklat panas. Sedangkan tiga meja lainnya kosong. Rasa minumannya tidak terlalu luar biasa alias biasa saja. Tetapi suasananya membuat tempat itu berbeda. Teduh dengan berpendingin ruangan. Juga hening. Tidak ada asap rokok. Jadi, sungguh-sungguh nyaman.

Selain berbagai jenis minuman, kafe itu juga menjajakan macam-macam jenis kue. Tetapi Senin sore itu, kue-kuenya sudah habis. Kami hanya menyeruput capuccino dan coklat panas tanpa kue. Meski begitu suasana santai sungguh tercipta. Beban pekerjaan kantor yang menumpuk seolah jauh. Ya, tempat ini menjadi pilihan untuk sekedar mengusir kepenatan akibat tekanan di ruang kerja yang begitu tinggi.

Di sebuah kantor lain di bilangan Gatot Subroto Jakarta Selatan, terdapat juga sebuah kafe. Atau lebih tepat disebut warung kopi. Namanya Double Dipps, Donnuts & Cofee. Letaknya nyempil, pada sebuah ruangan sempit di bagian pojok paling belakang lobi gedung berlantai 11 tersebut. Dekat dengan parkiran.

Di bagian dalamnya terdapat empat meja bundar ukuran kecil. Sementara tiga meja serupa lainnya ditaruh di luar. Sedangkan satu tiang kokoh gedung itu juga dijadikan meja dengan dipasang semacam papan di sekelilingnya. Lalu di belakangnya ditempatkan kursi.

Jajanan utama kafe ini adalah donut. Tapi kue-kue lain seperti kroison juga ada. Sedangkan minumannya ada kopi, coklat, dan teh. Harganya bervariasi. Beda dengan kafe yang pertama tadi, tempat ini panas karena tidak ada pendingin ruangan. Kipas angin pun nihil. Hanya saja, tempatnya memang sangat terbuka. Jadi udara masuk dengan leluasa, tanpa penghalang.

Selain itu, tempat ini penuh dengan asap rokok. Maklum, ini menjadi terminal rokok bagi para perokok gedung itu. Maklum di gedung ini, semua karyawan tidak boleh merokok di dalam gedung, apalagi di ruang kerja.

Akibatnya, bagi orang tertentu, terutama mereka yang tidak senang merokok, tempat ini bukan tempat yang bagus untuk rileks dan sekedar mengusir kepenatan pekerjaan kantor. Sebaliknya justru menjadikan kepala semakin mumet.

Tetapi bagi yang lain, terutama mereka yang suka merokok, ini adalah tempat favorit. Sebab mereka bisa menikmati kopi sambil menyulut dan menghisap kretek dalam-dalam dan menghebus asap sejauh mungkin. Stres akibat tekanan pekerjaan dan kantuk pun terusir seketika.

Di banyak kantor, ada tempat-tempat seperti ini. Ini semacam oase bagi karyawannya untuk sejenak mengambil nafas di tengah menumpuknya pekerjaan dan ketatnya dead line menyelesaikan pekerjaan. Memang, tempat-tempat seperti ini lebih bagus kalau dibuat senyaman mungkin agar betul-betul menjadi tempat untuk menimba kekuatan baru sebelum melanjutkan pekerjaan. Tetapi bagi orang tertenu, tempat yang penuh asap rokok pun bisa menjadi oase untuk memulihkan tenaga guna melanjutkan pekerjaannya. Selamat menikmati oase-oase di tempat kerja Anda masing-masing. (Alex Madji)