Home Inspirasi Pakai Twitter, Paus Latah?

Pakai Twitter, Paus Latah?

488
2
SHARE

Paus Benediktus XVI resmi menggunakan twitter minggu lalu dengan nama akun @Pontifex. Tidak tanggung-tanggung. Sri Paus berkicau dalam delapan bahasa antara lain, Inggris, Spanyol, Portugis, Arab,Jerman, dan Italia. Tetapi akun-akun itu tidak dioperasikan sendiri oleh Paus yang teolog besar itu. Dan, seperti biasa, apa yang dilakukan Sri Paus pasti menjadi berita-berita utama media-media besar dunia dan tentunya menghebohkan.

Aktivitas Sri Paus di twitter ini sebenarnya menimbulkan pro dan kontra. Sebagian orang menilai, Paus tidak layak terjun ke twitter karena media seperti ini dimanfaatkan banyak orang untuk “menyombongkan” diri. Dikhawatirkan, kekudusan Paus sebagai wakil Tuhan di dunia akan ternoda dengan aktivitas di dunia mikroblog ini.

Tetapi yang lain lagi menyambut gembira. “Wou, benar? Selamat datang Bapa Suci. Saya bersyukur bisa mendapat berkatmu. Follow dia,” tulis seseorang dalam akunnya @alexaSaclao seperti dikutip CNN.com. Yang lain lagi, @wimremes menulis, “@Pontifex selamat datang. Senang, akhirnya bisa berdiskusi secara terbuka dengan Anda mengenai perkawinan gay, kontrol kelahiran dan kesamaan jender.” Bahkan ada pula yang menilai Paus Benediktus XVI ini sebagai seorang Paus yang cool dengan tampil di twitter.

Sebagai pemimpin tertinggi umat Katolik seluruh dunia, akun Sri Paus langsung di-follow oleh lebih dari satu juta orang. Sebagai pendatang baru di media sosial mikroblog, itu fantastis. Meskipun, jumlah ini masih kalah dari followers Dalai Lama yang mencapai di atas 4,5 juta orang. Tetapi harus diingat bahwa pengikut akun Paus terus bertambah lebih dari 5.000 orang per jam. Puluhan ribu pengikutnya ikut me-retweet kicauan Sri Paus.

Para pengikut ini berasal dari berbagai belahan dunia, termasuk dari Timur Tengah, lebih-lebih Arab Saudi. Paus pun memberi pesan dan berkat kepada mereka yang tinggal di wilayah itu, terutama bagi mereka yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di wilayah dimana gereja-gereja dinyatakan ilegal.

Sesaat setelah akun twitternya dibuat, Paus langsung berkicau, “Teman-teman yang baik, saya sangat senang bisa berkomunikasi dengan Anda melalui Twitter. Terima kasih atas tanggapannya. Saya memberkati Anda semua dari dalam lubuk hati saya.” Disebutkan bahwa kata-kata ini diketik sendiri oleh Paus Benediktus XVI.

Paus kemudian mendapat begitu banyak pertanyaan dari para followersnya. Tetapi jawaban pertama Paus diberikan atas pertanyaan ini. “Bagaimana kita bisa menghayati iman kita dengan lebih baik dalam kehidupan harian kita?” Dan inilah jawaban pertamanya, “Dengan berbicara kepada Yesus dalam doa, mendengar apa yang Dia sampaikan dalam Injil dan menceri-Nya dalam mereka yang membutuhkan.”

Terkadang, banyak orang iseng melontarkan pertanyaan-pertanyan “gila” kepada Sri Paus. Saya kutip saja beberapa kicauan pada Jumat, 14 Desember 2012. “@Godless Atheist: @Pontifex gunakan apple? Tidakah dia membaca tentang Adam dan Hawa?
@Andy Levi: @Pontifex apakah saya bisa bicara dengan Anda tentang isu-isu paypal?
@danguterman: @Pontifex Kenapa Allah membiarkan hal-hal seperti Holocoust atau Twitter ke Surga?
@Celebjuice (Celebrity Juice): “…Apakah @Pontifex Katolik?”

Lalu mengapa Sri Paus mau masuk ke dunia maya seperti ini? Apakah biar dinilai tidak gagap teknologi? Atau sekadar latah karena mayoritas penduduk bumi ini termasuk Dalai Lama dan Barack Obama menggunakan Twitter? Bila menyimak pernyataan juru bicara Vatikan Romo Federico Lombardi SJ, jawabannya adalah bahwa Paus tidak menggunakan twitter hanya untuk latah alias ikut arus.

Federico Lombardi menegaskan, Paus terjun di Twitter karena menyadari begitu banyak informasi dan suara yang ada di sana. “Kami ingin hadir dan memperkenal pesan yang positif dan religius di sana,” kata Lombardi seperti dikutip The Guardian.

Jadi, twitter menjadi medium pewartaan. Teknolgi makin canggih, maka pewartaan juga harus mengikuti kecanggihan teknologi. Lebih dari itu, terjun ke twitter ini memperlihatkan bahwa Paus yang terkenal dengan kaku ini tidak anti teknologi. Akhirnya, selamat berkicau ria Bapa Suci. (Alex Madji)