Home Inspirasi Pangeran Kuwait Murtad?

Pangeran Kuwait Murtad?

2383
20
SHARE

Sabtu, 14 September 2012 sore, seorang teman meneruskan sebuah berita dari facebook ke Grup BBM tentang murtadnya seorang pangeran Kuwait. Disebutkan bahwa anggota keluarga Kerajaan Kuwait bernama Pangeran Abdullah Al-Sabah meninggalkan agama leluhurnya, Islam, dan memeluk Kristen.

Saya sendiri pernah menginjakkan kaki di bagian dalam Istana Kerajaan Kuwait ketika mengikuti rombongan Jusuf Kalla, saat menjadi Wakil Presiden. Ketika itu Kalla berkunjung ke Brussels, Helsinki, dan Jepang. Tetapi transit sebentar di Kuwait untuk melayat Raja Kuwait yang meninggal pada Januari 2006.

Sambil menghidupkan kembali kenangan itu, saya mencoba menelusuri berita itu di Google. Ternyata, gosip atau rumor ini sudah ramai didiskusikan di sebuah forum berbahsa Inggris, Snopes.com. Diskusi di forum ini sudah berlangsung sejak Juli atau bahkan jauh sebelum itu. Dalam forum tersebut, beberapa anggota forum memberitahukan sejumlah link media yang menulis berita tentang murtadnya Pangeran Abdullah Al-Sabah ini.

Setelah ditelusuri, ternyata berita ini sudah lama muncul. Paling tidak, situs berita christianpost.com sudah menurunkan berita itu pada 24 Januari 2012 pukul 16.26 waktu setempat. Berawal dari sebuah rekaman yang ditayang oleh sebuah televisi satelit di Timur Tengah yang tidak disebutkan namanya. Isinya bahwa seorang Pangeran Kuwait pindah dari Islam ke Kristen. Pada awal Januari 2012, sebuah kanal satelit Arab mensinyalir bahwa rekaman itu dibuat oleh Pangeran Abdullah Al-Sabah sendiri. Dalam rekaman ini disebutkan bahwa dia tinggalkan muslim dan pindah ke Kristen. “Saya akan bersama Yesus Kristus untuk selama-lamanya,” bunyi rekaman tersebut.

Abdullah Al-Sabah juga berbicara kritis tentang organisasi-organisasi Jihat, termasuk kelompok yang memenangkan Pemilu di Mesir. “Kelompok-kelompok Islam selalu ingin melakukan penyerangan di berbagai kota di seluruh dunia tetapi Allah melindungi kota-kota itu dan masih akan terus melindungi dunia,” bunyi rekaman tersebut lebih lanjut.

Tetapi dalam sebuah rilis yang diterbitkan pihak Kerajaan Kuwait disebutkan bahwa tidak ada nama Abdullah Al-Sabah dalam keluarga kerajaan negara kaya minyak tersebut. Begitupun pernyataan yang dikeluarkan Vatikan. Vatikan menyebutkan bahwa nama Abdullah Al-Sabah memang ada dalam pohon keluarga Kerajaan Kuwait yang memerintah negara itu, tetapi tidak dalam keluarga kerajaan yang masih hidup. “Senyatanya, nama Abdullah tidak ada dalam daftar 15 anggota keluarga kerajaan yang memerintah negara kecil tetapi sangat sejahtera ini,” tulis orang dalam Vatican, Marco Tosatti, seperti dikutip christianpost.com.

Tetapi, masih menurut media tersebut, Abdullah Al-Sabah dalam rekaman itu tidak lain adalah Shaikh Faisal Al Abdullah Al Sabah seorang Pangeran Kuwait yang pada 2010 lalu dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman mati karena membunuh kemenakan laki-lakinya.

Diangkat Lagi
Berita tentang kepindahan agama Abdullah Al-Sabah ini kemudian diangkat lagi oleh media online Tumfweko.com, sebuah media berita dan hiburan Zambia pada Senin, 17 September 2012. Media ini menyebutkan bahwa sebuah rekaman ditayangkan oleh sebuah stasiun televisi satelit Kristen di Timur Tengah bernama al-Haqiqa yang isinya pengakuan dari Abdullah Al-Sabah bahwa dia meninggalkan Islam dan memeluk kristen.

Masih menurut media ini, dalam rekaman tersebut Abdullah Al-Sabah menegaskan bahwa dia tidak akan berpaling dari Yesus Kristus, meskipun diancam dibunuh karena membuat rekaman tersebut. Media ini mengutip rekaman suara orang yang disebut-sebut Abdullah Al-Sabah itu. “Pertama-tama, saya sangat setuju penyebaran rekaman ini dan sekarang saya menegaskan bahwa bila mereka membunuh saya karena ini, saya lalu akan datang ke hadapan Yesus Kristus dan akan berada bersamanya dalam kekekalan,” bunyi rekaman tersebut lebih lanjut.

Televisi satelit al-Haqiqa menjelaskan bahwa Abdullah Al-Sabah adalah keluarga kerajaan Kuwait yang meninggalkan Islam dan lalu memeluk Kristen. Hanya saja, televisi itu tidak menyebut dia menganut kristen apa.”Saya akan terima apapun yang mereka perbuat untuk saya karena kebenaran dalam Alkitab sudah membimbing saya ke jalan kebenaran,” lanjut rekaman tersebut.

Tumfweko.com juga menulis bahwa Mohabat News, sebuah website berita Kristen di Timur Tengah, menyebutkan bahwa berita ini sudah dimuat oleh kantor berita Arab dan kantor berita negara Iran. Tetapi sejumlah media independen dari kelompok Syiah, mengutip seorang keluarga Kerajaan Kuwait lainnya, Azbi Al-Sabah mengatakan bahwa berita ini tidak benar karena tidak ada nama seperti itu dalam keluarga Kerajaan Kuwait. “Tidak ada nama seperti itu (Abdullah Al-Sabah) dalam keluarga Kerajaan Kuwait,” tulis Tumfweko.com mengutip media independen tersebut.

Nah, dari sumber-sumber berita di atas menunjukkan bahwa berita atau gosip yang muncul terkait perindahan Abdullah Al Sabah dari Islam ke Kristen bukanlah hal baru. Tetapi ini isu lama yang disebarkan lagi. Belum terungkap apa motif di belakang penyebaran isu tersebut. Lalu, apakah ada kebenaran di balik berita itu? Belum ada media yang mengungkapnya. (Alex Madji)