Home Inspirasi Paus Halalkan Penggunaan Kondom

Paus Halalkan Penggunaan Kondom

525
0
SHARE


The Telegraph membuat berita yang menggemparkan Gereja Katolik. Paus Benediktus XVI memberi sinyal bahwa Gereja Katolik akan mencabut larangan penggunaan kondom. Berita ini tentu saja menggembirakan dan melegakan perusahan-perusahan produksi kondom. Pasalnya, sudah sangat lama Gereja menolak penggunaan alat kontrasepsi, termasuk kondom, karena menghalangi proses terciptanya kehidupan baru.

Kebijakan ini akan diumumkan Vatikan minggu ini. Tetapi dalam wawancara khusus dengan The Sunday Telegraph, Paus asal Jerman itu memberi sinyal diijinkannya penggunaan kondom. Tujuannya untuk mencegah risiko terinfeksi AIDS dan mencegah penularan virus HIV. Jadi, diijinkannya pengunaan kondom bermaksud untuk memelihara kehidupan dan menghindari kematian yang juga merupakan sebuah tindakan yang bertanggung jawab, meskipun di luar perkawinan.

Tetapi, sekali lagi ditekankan, penggunaan kondom adalah cara terbaik untuk melawan penyakit dan penggunaannya hanya untuk melindungi kehidupan. Penggunaan kondom diijinkan hanya dalam kasus khusus. Seseorang yang mengindap virus HIV/AIDS dibenarkan menggunakan kondom agar tidak menularkan penyakit tersebut kepada orang lain. Tujuannya untuk menghentikan penularan AIDS kepada pasangannya. Jadi, tidak dalam semua kondisi dan tidak bisa dipakai sesuai keinginan.

Pernyataan Paus ini tentu saja mengejutkan. Sebab baru tahun lalu, paus bernama asli Joseph Ratzinger itu menegaskan, kondom justru memperburuk masalah AIDS di Afrika. Disebutkannya bahwa endemik AIDS di benua hitam itu yang sudah menjadi sebuah tragedi tidak bisa diatasi oleh uang saja dan juga tidak hanya bisa diatasi melalui distribusi kondom. Malahan, kondom justru memperparah masalah.

Tetapi Vatikan merevisi pernyataan ini. Dalam revisinya Paus hanya mengatakan bahwa kondom berisiko memperparah masalah.

Terlepas dari itu, pernyataan ini tetap saja akan mengguncang, terutama kelompok-kelompok fundamental dalam gereja. Sebaliknya, hal ini memberi angin segar bagi kelompok liberal. Tetapi gereja masih memiliki tugas berat untuk memperjelas dan mempertegas agar kebijakan ini tidak disalahgunakan. (Alex Madji)