Home Peciar Piala Dunia, Arjen Robben, dan Labuan Bajo

Piala Dunia, Arjen Robben, dan Labuan Bajo

202
SHARE
Arjen Robben bersama istri dan anaknya hendak naik ke Speed Boat di Pelabuhan Labuan Bajo (Sumber Foto: Tribunnews.com)

Piala Dunia 2018 sudah digelar sejak Kamis 14 Juni 2018. Persis pada malam takbiran di Indonesia. Sejumlah pertandingan juga sudah digelar. Tuan rumah Rusia berhasil membekuk Arab Saudi dengan skor telak 5-0 pada laga perdana. Sementara Uruguay menang dramatis 1-0 melawan Mesir. Sama dramatisnya dengan kemenangan 1-0 Iran atas Maroko. Adapun Portugal berhasil menahan imbang 3-3 Spanyol. Kapten Portugal Cristiano Ronaldo langsung mencetak tiga gol dan menjadi pemain pertama yang mencetak hattrick pada Piala Dunia 2018.

Saya membayangkan, suasana di Moskwa pada hari-hari ini seru dan heboh. Euforia seperti ini pernah saya rasakan pada pembukaan Piala Dunia 2014 di Kota Sao Paulo, Brasil. Puluhan ribu orang dari berbagai negara berjejal menuju Stadio Itaquerao, di bagian timur Kota Sao Paulo, menggunakan MRT, untuk menyaksikan acara pembukaan dan laga pertama antara tuan rumah Brasil melawan Kroasia. Stadion tersebut persis terletak di samping stasiun Itaquera. Dan empat tahun silam, stasiun ini adalah pemberhentian terakhir MRT di jalur tersebut. Namun, sebagian besar orang, termasuk saya, akhirnya kembali ke fan zone di kawasan kota tua Sao Paulo karena tidak mendapat tiket masuk stadion. Harga tiket yang dijual para calo amat sangat mahal.

Di tengah keriuhan seperti yang saya bayangkan itu, bintang sepakbola Belanda yang juga pemain Bayern Muenchen, Arjen Robben, justru memilih “menyepi” dan “retret” di pedalaman Indonesia. Tepatnya di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT. Ia tidak datang ke Rusia untuk merasakan kehebohan Piala Dunia dan menyaksikan teman-teman, sesama pemain, membela negara masing-masing.

Robben memilih berlibur karena Belanda gagal ke putaran final Piala Dunia 2018. Jangankan juara grup, menjadi runner up terbaik saja tidak mampu. Padahal, empat tahun silam di Brasil, De Oranje yang diperkuat Robben adalah juara tiga di bawah Jerman dan Argentina setelah mengalahkan Brasil pada perebutan tempat ketiga. Pada 2010 di Afrika Selatan, Robben membantu Belanda menjadi runner up. Mereka kalah 0-1 dari Spanyol di final.

Robben memilih berlibur di Labuan Bajo bersama istrinya Bernadien Eillert dan ketiga buah hati mereka yaitu Luka, Kai, dan Lynn. Media-media online, seperti Detik.com memberitakan, Robben tiba di Bandar Udara Komodo, di Labuan Bajo, menggunakan maskapai penerbangan Garuda Indonesia dari Bali pada Rabu 13 Juni 2018 pukul 12.25 waktu Indonesia Tengah. Selanjutnya, Robben naik phinisi dan menginap di “hotel terapung” di perairan Komodo. Cara seperti ini juga dilakukan sejumlah figur publik yang mengunjungi Labuan Bajo.

BACA JUGA:

Arjen Robben bersama anak-anaknya mampir di Gerai Kopi La Bajo, di Bandara Komodo, Labuan Bajo.

Sejumlah netizen di Labuan Bajo memperlihatkan foto Robben dengan anaknya sedang turun ke speed boat di Pelabuhan Pelni, yang mengantar mereka ke phinisi. Netizen lain memberi kesaksian bahwa Robben sangat ramah. Ia tidak menolak saat diminta foto bersama dan diajak ngobrol sejenak. Ia juga tidak “lari” dari para penggemar seperti yang dilakukan Valentino Rossi yang dijemput sepeda motor hingga di pintu pesawat Bandara Komodo guna menghindari kerumunan penggemar.

Media lain, Kompas.com, mengutip narasumbernya di Labuan Bajo Kamis 14 Juni 2018 menyebutkan, Robben bersama keluarga berada di Labuan Bajo selama tiga hari. “Kita sempat mengobrol dan mengucapkan selamat datang ke Labuan Bajo. Silahkan menikmati perjalanan di Pulau Komodo dan sekitarnya. Robben sangat senang sekali menikmati perjalanan ke Labuan Bajo,” kata Ketua Asosiasi Kapal Wisata (Askawi) Labuan Bajo Ahyar Abadi sebagaimana dikutip Kompas.com.

Di atas phinisi, Robben menyatu dengan alam, baik di atas maupun di bawah laut. Ia menjaga kehangatan dan keintiman keluarganya setelah selama satu tahun sibuk dengan jadwal kompetisi yang begitu padat. Domestik dan Eropa.

Di Labuan Bajo, Robben menimba kekuatan baru sebelum mengarungi musim kompetisi baru bersama klubnya, Bayern Muenchen. Mantan penyerang Chelsea itu rela menarik diri sejenak dari hiruk pikuk sepakbola Piala Dunia di Rusia dan menikmati keindahan alam dan kehangatan masyarakat Labuan Bajo menyambut tamu.

Semoga setelah pulang dari Labuan Bajo, Robben hanya berbagi cerita positif tentang daerah yang dikunjunginya kepada siapa pun. Sehingga, makin banyak bintang dunia dari berbagai profesi datang dan menghabiskan uangnya di kawasan tersebut. Dengan begitu pula, pada akhirnya, diharapkan ekonomi rakyat setempat makin hidup dan menggeliat. Jadi, mereka tidak hanya senang dan bangga karena melihat Robben secara langsung dan tidak hanya menyaksikannya saat menggiring bola lewat relevisi, tetapi juga karena kantong berisi tebal dari uang yang “dibuang” para wisatawan, termasuk Robben. (Alex Madji)