Home Inspirasi Prima Auto Wash Balik Modal 1,5 Tahun

Prima Auto Wash Balik Modal 1,5 Tahun

550
2
SHARE


Prima Pradnya Paramita namanya. Umurnya baru 32 tahun. Tetapi dia sudah berani melepas pekerjaan kantoran dan terjun ke dunia usaha. Usaha yang dipilihnya pun tidak lazim untuk seorang perempuan, yaki cuci mobil/motor. Dunia ini baru ditekuninya enam bulan terakhir. Meski demikian, keuntungan dari bisnis ini sungguh menggiurkan dan menjanjikan.

Ketika ditemui Sabtu, 1 Oktober 2011 lalu, perempuan berkerudung ini tengah duduk di balik meja di tempat cuci motor-mobil yang dibabtis dengan nama dia sendiri, “Prima Auto Wash”, yang terletak di Ruko Graha Raya Bintaro, Tangerang Selatan.

Perempuan cantik beranak dua ini berkisah, tadinya dia bekerja di sebuah kantor advertising. Cukup lama dia bekerja di situ. Jodohnya pun ditemukan di sana. Setelah menikah dengan teman kantornya, mereka dikarunia dua orang anak. Anak pertama mereka, seorang laki-laki bernama Arsa (8 tahun), berkebutuhan khusus (tuna rungu).

Tadinya, orang tua Prima membantu mengurus Ernah. “Tetapi saya kan tidak bisa mengandalkan mereka terus menerus,” ceritanya.

Pada 2006, Prima lalu memutuskan berhenti total dari pekerjaannya. Intensinya, untuk lebih fokus mengurus anak sulungnya itu. Tetapi dia tidak mau tinggal diam begitu saja di rumah. Dia mencoba berbuat sesuatu. Dia pernah mencoba berbisnis pakaian bayi bersama tiga orang temannya. Mereka buka toko baju bayi di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

“Tempat itu memang ramai, tetapi ternyata tidak cocok untuk pakaian bayi. Makanya usaha itu gagal. Ternyata tempat ramai tidak menjamin. Lebih baik buka toko bayi di ITC,” imbuh perempuan yang hari itu mengenakan kaus kuning dibalut sweater hitam dan krudung hitam bercerita.

Usaha lain yang pernah dicobanya adalah event organizer perkawinan. Usaha ini masih jalan sampai sekarang. Meski agak fakum pada enam bulan terakhir, sejak dia menekuni bisnis cuci mobil/motor.

Balik Modal
Usaha cuci mobil/motor bernama Prima Auto Wash ini dimulai Prima sejak enam bulan lalu. Dia merogoh kocek Rp 110-Rp 120 juta untuk modal awal usaha ini. Hebatnya lagi, dana ini tidak diperolehnya dari pinjaman bank, tetapi dari modal pribadi. Itu sebabnya, kata dia, business plan-nya harus matang sebelum menjalankan usaha.

Dana sebesar itu dipakainya untuk menyewa ruko (rumah toko) sebesar Rp 25 juta per tahun selama dua tahun . Selebihnya dana itu dipakai untuk membeli berbagai perlengkapan tempat cuci mobil/motor, plus memoles ruko yang tadinya tidak terlalu laku itu. “Ruko ini termasuk murah. Kalau di ruko-ruko baru, sewanya lebih mahal,” ujar Prima.

Dari hitung-hitungan selama enam bulan ini, Prima memperkirakan usahanya itu akan balik modal satu tahun mendatang atau satu setengah tahun sejak usaha itu dibuka. Sebab pendapatan kotor selama satu bulan mencapai Rp 15 juta. Sedangkan pengeluarannya hanya Rp 6-7 juta. Perinciannya, untuk gaji 6 orang karyawan plus satu tenaga lepas yang bekerja 7-8 jam, sebesar Rp 4-5 juta dan biaya listrik, sabun dan lain-lain sebesar Rp 2 juta. Jadi, total penghasilan bersih bisnis cuci mobil/motor itu mencapai Rp 9-10 juta per bulan. Tarolah penghasilan bersihnya Rp 10 juta, maka pendapatan satu bersih satu tahun Rp 120 juta.

Lebih lanjut Prima menceritakan, pelanggan tempat cuci mobil/motornya lumayan. Pada Sabtu/Minggu, jumlah mobil yang cuci di situ bisa mencapai 40 unit. Sedangkan motor maksimal 40 unit. Itupun karena jumlahnya dibatasi. “Kalau tidak dibatasi, kasihan karyawan. Mereka sudah capai sekali,” ujarnya.

Sementara pada hari-hari biasa atau weekdays, jumlah motor lebih banyak dari mobil. Rata-rata sehari motor bisa mencapai 30, sementara mobil hanya 15 unit per hari. Tetapi jumlah ini, baik pada akhir pekan maupun hari biasa, akan meningkat kalau musim hujan tiba. Selain cuci mobil/motor, Prima Auto Wash juga menerim cuci helm. “Selama enam bulan ini, pelanggan itu sudah punya pola sendiri. Jadi kita bisa tahu,” imbuhnya.

Dengan pola seperti itu, Prima yakin usahanya ini sudah break event point (BEP) dalam waktu satu sampai satu setengah tahun. Dia pun lantas bersyukur atas hasil seperti ini. Bahkan, sekarang dia berpikir untuk membuka usaha pelengkap tempat cuci mobil/motor itu. Terkait itu, dia berencana mebuka barber shop atau tempat potong rambut. Sembari tunggu mobil/motor selesai dicuci, mereka bias potong rambut. “Tetapi saya tidak mau invest modal baru. Saya tunggu keuntungan dari usaha ini,” ucapnya.

Terkait kesuksesan usaha cuci mobil/motornya itu, lebih jauh dia melihat, ini adalah rahmat dan berkat si sulung yang berkebutuhan khusus tadi. Pasalnya, kebutuhan anak berkebutuhan khusus pasti tinggi. Alat Bantu dengar saja, kata dia, harus diganti setiap 3-4 tahun. Harganya pun lumayan mahal.

Di ujung perbincangan pagi itu, Prima menegaskan bahwa terjun ke dunia usaha memang tidak mudah. Ada jatuh bangunnya. Meski demikian, jangan pernah menyerah. Harus berani mencoba. Selain itu, harus ada perencanaan bisnis yang matang. Dengan perencanaan yang matang, peluang untuk sukses itu besar. “Saya tidak mau buat usaha hanya untuk rugi,” ucapnya.

Satu lagi. Menurut perempuan putih langsat ini harus ada keberanian untuk memulai. Tanpa keberanian memulai, rencana usaha tidak akan pernah terwujud. Jangan takut gagal. Kegagalan selalu menjadi tempat pembelajaran untuk meraih kesuksesan. Paling tidak, itulah yang dia alami dan dilakukan Prima. Gagal untuk maju dan meraih kesuksesan. Jadi, harus nekat. (Alex Madji)