Home Umum Saya Lebih Baik dari Agus Yudhoyono

Saya Lebih Baik dari Agus Yudhoyono

1747
0
SHARE
Agus Yudhoyono dikelilingi peserta Tjanting Funday 5K. (Foto: Ciarciar.com)

Minggu, 2 Oktober 2016 pagi, saya ikut lari Tjanting Funday 5K di Plaza Selatan Gelora Bung Karno. Saya berangkat dari rumah pukul 04.30 WIB. Empat puluh menit kemudian, sudah tiba di Parkir Timur Senayan. Setelah parkir kendaraan, saya berjalan menuju Plaza Selatan GBK.

Di pintu masuk bagian belakang, saya bertemu teman sekantor. Pagi itu,ia menjadi freelance sebagai petugas keamanan. Dari dia saya mendapat informasi bahwa salah satu calon Gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono, ikut berlari. Padahal di Race Guide, tidak ada nama Agus Yudhoyono. Yang ada hanya Walikota Bogor Bima Arya.

Agus Harimurti Yudhoyono akan maju pada pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017. Ia diusung Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Amanat Nasional. Ia akan bersaing dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)/Djarot Saiful Hidayat yang diusung PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Hanura, dan Partai Nasdem serta pasangan Anies Baswedan/Sandiaga Uno yang didorong Partai Gerindra dan PKS.

Belum juga bergerak beberapa meter, saya bertemu dengan Race Director, Safrita Aryana. Di WA, saya selalu menyapanya “Bunda”. Ia seorang wartawan, runner, dan EO. Kebetulan suaminya juga kenal baik. Berkat bantuannyalah saya bisa ikut lari gratis pada acara ini. Makasih ya bunda.

Kembali ke Agus Yudhoyono. Bunda Rita juga memastikan bahwa Agus Yudhoyono ambil bagian pada acara ini. “Sebetulnya kan ia memang runner,” katanya memberi informasi sambil sesekali menjawab rekannya lewat handy talky. “Lah, katanya ia mengalami cedera pinggang, makanya memilih pensiun dini dari karier militer dan terjun ke politik,” timpal saya. “Dia mau meluruskan hal itu,” jawabnya singkat.

Kemudian saya melangkah ke tempat berkumpulnya para pelari. Di sana sudah banyak orang. Tepat jam 06.00 WIB saya berdiri di tengah-tengah kerumun pelari lain di belakang garis start. Lima belas menit berselang, Agus Harimurti Yudhoyono datang. Master of Ceremony yang terdiri dari pria dan wanita mengumumkan lewat pelantang. “Inilah dia orang paling ganteng di Jakarta,” kata MC sambil menyebut nama Agus Yudhoyono.

Agus datang mengenakan kaus biru sangat tua. Di bagian depan dan belakang tertulis AHY. Anisial dari Agus Harimurti Yudhoyono. Di bawah tulisan itu, ada tagar #Jakarta for All. Ia langsung diserbu para juru foto dan kamera televisi yang lumayan banyak pagi itu. Rajin sekali kawan-kawan ini. Kaum perempuan tidak ketinggalan. Mereka merapatinya sambil selfie.

Hanya saja, seorang peserta di samping saya menggerutu. “Kok jadi ajang politik sih,” ujar pria yang berlari bersama anaknya. “Nanti kita sindir saja di Instagram,” ujarnya lebih lanjut.

Agus Yudhoyono kemudian langsung berdiri persis di garis star. Sempat terjadi insiden kecil. Bunda Frita meminta peserta lari untuk mundur. Ia menghitung 1,2,3. Bukannya mundur, peserta terdepan malah lari. Mereka tidak bisa ditarik lagi. Termasuk Agus Yudhoyono. Tak lama berselang, bendera start pun dikibarkan.

Saya sempat berjalan beberapa langkah sebelum berlari. Satu kilometernya, persis di atas Jembatan Semanggi. Saya memacu dengan kecepatan yang sama. Di bawah jembatan Semanggi ada sekelompok pelari yang meneriakkan yel-yel. Setelah semakin mendekat, ternyata mereka adalah Agus Yudhoyono dan para pengawalnya. Semua berambut cepak. Ada yang mengenakan kaus dengan tulisan “guard” pada bagian belakang.

Peserta Tjanting Run bersiap sebelum flag off. (Foto: Ciarciar.com)

Saya akhirnya bisa melewati kelompok ini di depan Bapindo Plaza. Saya melipir ke kanan mendahului kelompok ini. Saya sempat menyapa Agus Yudhoyono ketika saat posisi sejajar. “Hi Mas,” ujar saya sambil mengacungkan jempol kiri. “Lanjutkan,” timpalnya sambil terus berlari. Saya pun berlari melewati kelompok ini dan terus menjauh.

Setelah berlari non stop, saya akhirnya menyentuh garis finis pada menit ke-28. Sebelum menginjak garis finis, saya melihat mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan besannya, Hatta Radjasa berdiri di pinggir jalan di titik akhir. Mereka menunggu Agus Yudhoyono menginjak garis finis. Suami Anisa Pohan itu pun sampai di finis tepat pada menit ke-30.

Sudah pasti saya senang dong karena bisa lebih cepat dari Agus Yudhoyono. Sebab, pertama, ia tentara yang secara fisik selalu lebih baik dan lebih kuat dari orang sipil. Meskipun, ia baru saja mengundurkan diri dengan pangkat mayor. Kedua, secara umur, saya lebih tua lima tahun dari Agus Yudhoyono.

Tentu saja soal siapa lebih cepat tidak penting untuk Agus Yudhoyono. Yang paling penting adalah ia dilihat banyak orang. Lumayan bisa tebar pesona di antara 1.500 peserta Tjanting Fun Run ini. Mungkin, itu pula sebabnya ia tidak terlalu memacu kecepatannya agar bisa dilihat oleh lebih banyak orang yang menikmati Car Free Day.

Nah, meski di ajang lari 5K ini, saya lebih baik, mudah-mudahan pada pilgub 2017 nanti, prestasi Agus Yudhoyono lebih bagus lagi. Meskipun lawannya sangat berat. Ahok/Djarot dan Anies/Sandiaga. Siapa tahu, ia bisa bikin kejutan seperti saya bisa mengejutkannya hehehehehe. Jangan marah ya Pak. (Alex Madji)