Sejumput Doa untuk Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM

Sejumput Doa untuk Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM

1916
SHARE
Sumber Foto: Hidupkatolik.com

Rabu, 22 Maret 2017 sore, saya terkejut mendengar kabar Uskup Keuskupan Bogor Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM terjatuh di tengah misa pentahbisan Uskup Keuskupan Sintang Mgr Samuel Oton Sidin OFM Cap di Sintang, Kalimantan Barat. Saya bertanya-tanya dalam hati apa gerangan yang terjadi?

Saya kemudian mencari informasi di beberapa sumber, termasuk membuka situs berita Katolik, Hidupkatolik.com. Lumayan, situs online Majalah Hidup ini sudah cukup update. Paling tidak saya menemukan dua berita di sana terkait kejadian ini. Pertama, tentang peristiwa Mgr Paskalis yang terjatuh lengkap dengan foto ketika ia ditandu petugas medis. Kedua, cerita tentang mengapa Mgr Paskalis terjatuh.

Meski belum terlalu lengkap, tapi sudah cukup menjawab penasaran saya. Mgr Paskalis disebutkan mengalami serangan jantung ringan. Ia sudah dirawat di rumah sakit setempat, Rumah Sakit Umum Daerah Ade Mohammad Joen Sintang dan harus beristirahat total. Tidak boleh beraktivitas dan belum boleh naik pesawat sampai kondisinya benar-benar fit.

Dilaporkan juga bahwa kondisi mantan minister provinsi OFM St Mikael Malaikat Agung Indonesia itu tetap sadar. Puji Tuhan untuk itu. Berita-berita terbaru juga menyebutkan, kondisi Mgr Paskalis semakin membaik setelah sempat mengalami dehidrasi yang membuatnya terjatuh ketika misa petahbisan memasuki litani para kudus.

Tapi, kenapa serangan jantung ringan itu menyerang penerus Mgr Michael Cosmas Angkur OFM tersebut? Kan ia tidak gemuk. Badannya juga ideal. Ramping dan tampak bugar. Boleh dibilang, postur Mgr Paskalis tidak berubah sejak 17 tahun silam. Tentu saja, hasil pemeriksaan medis yang akan menjawab pertanyaan ini.

Sejumlah laporan menyebutkan bahwa Mgr Paskalis mengalami kelelahan. Apalagi, sebelum terbang ke Sintang, ia mengalami diare. Ia juga lelah menjalankan tugas kegembalaan yang begitu berat. Mengunjungi paroki-paroki serta mengikuti berbagai kegiatan kategorial.

Paling tidak, reksa pastoralnya terlihat di media sosial khususnya facebook. Sebab uskup yang satu ini cukup aktif di dunia maya. Tidak jarang ia menyapa umatnya lewat facebook dan umatnya menampilkan berbagai foto kunjungan pastoralnya di dinding facebook mereka.

Sumber Foto: Hidupkatolik.com
Sumber Foto: Hidupkatolik.com

Karena itu, hanya sejumput doa yang bisa saya panjatkan untuknya. Kiranya Tuhan menjamahnya agar Mgr Paskalis segera pulih dan kembali melayani umat di Keuskupan Bogor dengan penuh welas asih dan senyum ramah serta kembali menyapa umat, termasuk saya – meski bukan warga Keuskupan Bogor – lewat facebook.

Tapi mungkin Anda bertanya kenapa saya harus secara khusus menulis tentang Uskup Bogor ini? Bukankah ada beberapa uskup lainnya yang sakit? Saya merasa punya kedekatan dengannya, dan para fransiskan lainnya. Ketika hendak meninggalkan Novisiat Transitus Depok pada Juli 1996, Mgr Paskalis baru saja pulang studi dari Roma dan mendapat tugas baru sebagai magister novis. Jadi, selama beberapa minggu, sebelum ia resmi menjalankan tugasnya dan kami pindah ke jenjang berikutnya, kami berada dalam satu atap.

Ia juga menjadi salah satu pimpinan OFM Indonesia ketika saya belajar filsafat di STF Driyarkara, Jakarta. Meskipun, selama empat tahun studi, yang menjadi minister provinsi adalah Pater Aloysius Murwito OFM yang kini menjadi Uskup Agats di Papua. Jadi, pernah di suatu masa nasib saya, antara lain, ada di tangannya.

Setelah saya meninggalkan ordo pada 2000, Pater Paskalis kemudian terpilih sebagai minister provinsi menggantikan Pater Aloysius Murwito OFM. Setelah menjabat selama dua periode (enam tahun), ia kemudian terpilih menjadi salah satu pimpinan OFM di Roma sebagai anggota definitor jenderal. Ketika sedang menjalankan tugas itulah ia kemudian ditunjuk Paus sebagai Uskup Bogor menggantikan Mgr Michael Cosmas Angkur yang memasuki usia pensiun. Ia ditahbiskan di Sentul 22 Februari 2014.

Setelah tiga tahun menjalani masa kegembalaan di Keuskupan Bogor muncul berita bahwa ia terjatuh di tengah perayaan ekaristi karena serangan jantung ringan. Sebelumnya, ia ikut bertemu Raja Arab, Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud bersama Uskup Jakarta Mgr Ignatius Suharyo dan Uskup Bandung Mgr Antonius Subianto Bunjamin OSC. Akhirnya, cepat sembuh ya Mgr Paskalis Bruno Syukur, Tuhan menjamahmu. (Alex Madji)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY