Home Inspirasi Kemanusiaan Semangat Romo Suparman Andi MI Tidak Akan Kendur (2)

Semangat Romo Suparman Andi MI Tidak Akan Kendur (2)

527
SHARE
Romo Cyrelus Suparman Andi, MI (kiri) sedang mengunjungi seorang pasien sakit jiwa yang sedang dipasung oleh keluarganya. (Foto diambil dari Dokumen Pribadi Romo Andi MI di Facebook)

Meski kecil, sederhana, dan butuh tidak sedikit anggaran, pembangunan rumah bebas pasung tidak akan kendur. Minimal, Romo Cyrelus Suparman Andi, MI akan mewujudkan 12 rumah mungil lagi bagi 12 pasien yang sedang antre. Sebab, setelah melewati proses evaluasi dan refleksi mendalam, cara ini memiliki banyak kelebihan dibanding membangun semacam panti asuhan atau rumah sakit. Begitulah tekad Romo Andi, MI.

Menurutnya, paling tidak ada empat keuntungan pembangunan rumah bebas pasung bagi para penderita sakit jiwa. Pertama, secara biologis, pasien menjadi aman dari berbagai gangguan kesehatan fisiknya. Selama dipasung mereka ditempatkan di pondok reyot. Tidak terlindung dari panas matahari, angin, hujan, dan gigitan serangga. Dalam rumah ini, mereka terlindungi dari semua itu.

Kedua, secara psikologis, pasien merasa tidak terlalu stres. Sebab, kondisi dipasung membuat mereka semakin tertekan. Di rumah bebas pasung, pasien bebas bergerak. Semua kebutuhannya juga bisa dilayani dengan baik seperti makan, mandi, buang air, tidur, istirahat, berdoa, dan sebagainya. Pelayanan psikologis juga bisa dilakukan dengan nyaman.

Ketiga, secara sosial, pasien akan aman di dalam rumah. Rumah ini juga bisa dengan mudah dibersihkan. “Aspek sosial lain adalah keluarga bisa berpartisipasi secara aktif dalam rehabilitasi pasien. Sebab rumah pasien dibangun di samping atau nyambung dengan rumah keluarga. Mereka bisa memerhatikan kebutuhan-kebutuhan dasar pasien setiap hari,” ujar Romo Andi.

Keempat, secara spiritual, pasien bisa berdoa dengan tenang dan bebas tanpa gangguan pihak lain, terutama saat ada kunjungan para rohaniwan. Kelima, secara ekonomis, rehabilitasi ini dihitung lebih murah untuk jangka panjang. Dibandingkan dengan biaya di panti asuhan, rumah ini hanya menghabiskan dana waktu pembangunan.
Perawatan selanjutnya tergolong murah dan mudah karena kebutuhan dasar pasien masih disediakan keluarga.

“Jika membangun rumah penampungan, biaya maintenance serta perawatan harian dan bulanan akan jauh lebih mahal. Apalagi, perawatan pasien sakit jiwa memakan waktu bertahun-tahun sampai pulih benar. Maka, solusi ini kami pilih karena lebih mudah dari berbagai aspek dan bisa memberikan pelayanan yang lebih holistik kepada pasien, dengan melibatkan banyak pihak lain, selain kami dari seminari dan keluarga,” imbuh lulusan master dari Universitas Atheneo, Manila, Filipina tersebut.

Pelayanan Romo Andi MI, tidak hanya berhenti di pembangunan rumah bebas pasung. Dia juga berkunjung secara rutin dan memberi pendampingan psikologis. Ia mengajak mereka berbicara agar tidak tambah stres dan bosan. Dengan begitu juga, ia bisa mengetahui perkembangan kesadaran pasiennya. Tidak jarang, Romo Andi MI yang juga rektor Seminari Tinggi St Kamilus mengajak mereka main di seminari dan makan bersama para romo dan frater. Lebih dari itu, Romo Andi MI dan para frater mendoakan mereka.

Sekarang, Romo Andi bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, terutama dalam hal menyediakan obat. “Perpaduan antara beberapa pelayanan ini hasilnya sangat bagus dan lebih cepat pemulihan pasien,” kisahnya lebih lanjut.

Terkait rencana perluasan pelayanan tersebut ke kabupaten-kabupaten lain di Flores, Romo Andi mengaku, masih akan fokus di Maumere. “Prioritas kami sekarang adalah membangun rumah pasung bagi mereka yang di Maumere. Setelah itu mungkin kami akan memperlebar sayap ke luar dari Maumere dan sekitarnya. Namun, tetap disesuaikan kemampuan finansial dan personel kami,” kata imam yang seluruh pendidikan filsafat dan teologi diselesaikan di Filipina tersebut.

Dalam sebuah refleksinya, Romo Andi MI menulis begini, “Jadi apalah artinya hidup ini dan panggilan saya, kalau bukan untuk melayani yang membutuhkan pertolongan Tuhan.” Akhirnya, selamat terus melayani membebaskan mereka yang terpasung. (Alex Madji)