Siapkan Sejumlah Hal Ini Sebelum ke Labuan Bajo

Siapkan Sejumlah Hal Ini Sebelum ke Labuan Bajo

562
SHARE
Perjalanan ke Perariran Komodo dengan pinishi dari pelabuan Labuan Bajo (Foto: Ciarciar.com)

Setelah saya menulis dan membagikan artikel Tempat-tempat Cantik yang Wajib Kamu Kunjungi di Labuan Bajo ke media sisoal, seorang teman saya bertanya tentang apa yang harus disiapkan sebelum mengunjungi tempat-tempat itu. Ketika itu, saya memberi jawaban ala kadarnya dan singkat kepadanya.

Belakangan saya berpikir, pertanyaan karibku itu penting dijawab secara lengkap. Apalagi dia bersama teman-temannya akan melakukan kunjungan ke sana. Mungkin ia mewakili sahabat-sahabatnya. Bisa jadi pula, ada yang diam-diam ingin tahu tips berwisata ke Labuan Bajo. Karena itu, dalam artikel ini saya menulis apa saja yang perlu Anda siapkan sebelum memilih untuk berwisata ke Labuan Bajo.

Persiapan Fisik
Karena sebagian besar wisata ke Labuan Bajo/Komodo adalah tracking atau tepatnya naik gunung maka persiapan pertama Anda adalah fisik. Secara fisik Anda harus kuat untuk mendaki pulau-pulau kecil di Perairan komodo. Misalnya, saat mau naik ke puncak Pualau Padar, Anda butuh tenaga yang cukup untuk bisa sampai ke sana.

Saya pernah mendampingi sebuah kelompok asal Cina. Ada dua orang laki-laki yang tidak kuat naik ke puncak Padar. Tanjakan yang di depan bibir pantai saja mereka sudah menyerah. Terpaksa mereka berjalan saja di pantai mencari kerang. Keduanya memang agak sedikit melambai.

Di Pulau Rinca, wisatanya juga tracking. Setelah melihat Komodo yang sedang malas-malasan di dapur (pendopo) Pulau Rinca, Anda akan diarahkan untuk tracking. Pilihannya ada dua, jalur panjang dan pendek. Dua kali saya ke Pulau Rinca, selalu mengambil jalur pendek.

Soal ketahanan fisik ini, kelompok asal Cina yang saya dampingi beberapa waktu lalu sudah kehabisan tenaga ketika tiba di Rinca. Mereka mulai bersungut-sungut ketika tracking di Pulau Rinca, meski yang diambil jalur pendek.

Begitu juga di Pink Beach atau Pantai Merah Muda. Anda harus tracking ke atas puncak pulau, meski tidak terlalu terjal dan jauh, tapi tetap butuh tenaga.

Sepatu Gunung dan Kasual
Selama berwisata ke perairan Komodo, Anda harus menggunakan sepatu gunung. Atau minimal, memakai sepatu sport. Jangan sampai Anda datang ke sana mengenakan sepatu berhak seperti yang dilakukan beberapa blogger asal Cina yang sudah saya ceritakan di atas tadi.

Karena suhunya juga sangat panas, sebaiknya Anda mengenakan kasual yang tidak menyerap panas. Bahkan pakaian-pakaian yang “agak terbuka” juga boleh.

Sun block
Guna menghindari kulit Anda terbakar matahari, terutama saat musim panas, maka Anda harus siapkan sun block atau lotion. Saya tidak merekomendasikan merek apa pun. Yang penting bisa melindungi kulit Anda dari terkaman sinar ultraviolet. Tanpa sun block, yakinlah kulit Anda akan terbakar dan perih. Setelah pulang dari sana, kulit-kulit kering itu akan terkelupas.

Matahari tenggelam di balik bukit di perairan Komodo (Foto: Ciarciar.com)

Jangan mengharapkan ada yang berjualan di pulau-pulau yang dikunjungi. Sebab pulau-pulau itu tidak berpenghuni, kecuali di beberapa pulau. Meski demikian, jangan lupa bawa uang. Siapa tahu Anda tertarik membeli mutiara yang dijual nelayan-nelayan dari Pualau Komodo. Biasanya, bila ada kapal yang merapat, para penjual mutiara ini datang dengan perahu-perahu motor atau sampan menjajakan barang dagangannya.

Sun Glasses
Barang ini, atau kacamata hitam, kelihatannya sepele tapi tetap penting. Ia berguna untuk melindungi mata Anda dari silauan sinar matahari dan agar mata Anda tidak mengecil saat menahan sinar mentari yang terik.

Mata yang mengecil akan membuat Anda tidak bisa menikmati pemandangan secara optimal. Sebaliknya, dengan kacamata hitam, mata Anda tetap terbuka lebar menyaksikan keindahan dari atas puncak pulau-pulau di kawasan Taman Nasional Komodo itu.

Kamera
Barang yang satu ini juga sangat penting guna merekam keindahan yang Anda saksikan. Kalau punya kamera profesional tentu sangat bagus karena foto-foto yang dihasilkan juga pasti indah-indah. Tapi kalau tidak punya, kamera apa pun, silahkan dibawa.

Atau, zaman sekarang, semua ponsel sudah dilengkapi kamera. Anda bisa berswa foto (selfie) dengan kamera Anda sendiri dengan latar belakang pandangan alam yang indah. Jangan lupa, foto-foto hasil jepretan Anda itu diunggah ke media sosial agar orang lain tahu bahwa alam di Taman Nasional Komodo itu memang indah sekali. Siapa tahu foto-foto Anda itu menarik mereka untuk juga datang ke sana.

Gaya

Terakhir ini tidak kalah pentingnya. Sebelum berangkat, coba pikirkan kira-kira seperti apa gaya foto terbaik Anda. Begitu sudah sampai di tempat tujuan, keluarkan semua gaya terbaik Anda dan sekali lagi pajang di media sosial, baik facebook, twitter, istagram, dan sebagainya. (Alex Madji)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY