Home Inspirasi Tips Jadi Miliarder Melalui Blog

Tips Jadi Miliarder Melalui Blog

457
0
SHARE

Dalam edisi Sabtu, 24 November 2012 ini saya mencoba menjahit dan mendaur ulang dua artikel tentang bagaimana meningkatkan pengunjung blog melalui mesin-mesin pencari dan ngblog itu ternyata bisa mendatangkan uang, bahkan bisa menjadi orang kaya. Dua artikel itu saya ambil dari situs Tempo.co yang melapor tentang kegiatan Kopdar Blogger Nusantara di Makassar, Sulawesi Selatan dalam tiga hari ini. Kedua artikel itu saya rangkum dalam judul di atas, “Tips Jadi Miliarder dari Blog”.

Acara itu diisi dengan talk show dan workshop yang bertujuan membekali para blogger, khususnya untuk para pemula tentang bagaimana menulis kreatif dan bagaimana menghasilkan tulisan yang bermanfaat dan berkualitas. Para peserta Kopdar Blogger Nusantara yang diikuti oleh blogger dari hampir seluruh Indonesia itu juga dibekali dengan ilmu fotografi.

Pada salah satu sesi, tampil sebagai pembicara adalah Ketua Komunitas Anging Mamiri yang merupakan komunitas blogger paling Populer di Sulawesi Selatan Syarifullah Daeng Gassing. Menurutnya, para penjelajah Internet biasanya mencari blog atau artikel yang mereka butuhkan melalui mesin pencari, seperti Google, Yahoo!, atau Bing. Mereka akan menuliskan kata kunci yang dicari dan bukan alamat blog. Jika seorang blogger bisa memunculkan blog-nya pada urutan pertama dalam daftar hasil pencarian, dia bisa disebut sangat beruntung. Sebab, posisi alamat blog di Google juga bakal menentukan jumlah kunjungan ke blog tersebut.

Karena itu dia membagi tips supaya blog Anda bisa tampil pada urutan teratas daftar pencarian Google.

Pertama, adalah dengan aktif menulis artikel dan melakukan blog update. Jika blog rutin diisi tulisan baru, otomatis popularitasnya di Google terangkat. Dengan demikian, peluang blog ini untuk tampil pada urutan pertama dalam sistem algoritma mesin pencari itu meningkat.

Kedua, blogger bisa memasukkan sejumlah kode tertentu berupa kata kunci agar mudah terkait dengan mesin pencari. Kata kunci ini ditempatkan pada tag judul. Ini lantaran mesin pencari biasanya memantau bagian awal dari sebuah laman, seperti judul.

Ketiga, mengupayakan agar tautan pada blog bisa dipromosikan oleh blog atau situs lain. Ini akan menjadi semacam bentuk dukungan yang bisa menarik traffic dari situs lain.

Keempat, jangan memasang foto berukuran besar atau musik karena akan memperlambat waktu pengunjung untuk mengaksesnya. Seorang blogger juga sebaiknya memperhatikan tampilan pada berbagai peramban, seperti Firefox, Mozilla, Internet Explorer, Opera, dan Safari.

Hasilkan Duit
Sementara itu, blogger Asri Tadda pada acara yang sama mengatakan, menjadi blogger selain untuk menyalurkan bakat menulis, tetapi juga bisa mendatangkan uang banyak bila ditekuni secara serius. Di luar negeri, para blogger yang sudah lama eksis dan rutin membuat tulisan, penghasilan yang diperoleh dalam sebulan bisa mencapai miliaran rupiah. Di Indonesia, kondisinya tak jauh berbeda. Asri sendiri adalah salah seorang blogger profesional di Makassar. Blog yang ia kelola adalah www.asritadda.net. Ia juga memiliki sekolah blogging bernama Asta Media Group.

Asri menjelaskan, jika seorang blogger berniat menjadikan blog sebagai sumber penghasilan, dia harus menekuninya dengan serius. Kuncinya adalah rajin melakukan updating. “Kalau pengelolaannya bagus, penghasilan yang masuk lumayan,” ucapnya.

Asri sendiri sudah membuktikannya. Saat ini, dia memiliki hampir 1.000 blog. Tidak semua dia kelola sendiri, melainkan ada tim khusus yang melakukannya. “Dari beberapa blog yang saya kelola, penghasilan yang masuk bisa mencapai Rp 200 juta dalam sebulan,” kata Asri, yang juga melayani konsultasi komersial untuk memenangi pencarian di Google.

Karena itu dia melihat masa depan bloging ini sangat cerah. Apalagi internet semakin sering dan mudah diakses publik, yang membutuhkan informasi cepat dan spesifik.

Hal senada diungkapkan blogger profesional asal Jakarta, Budi Putra. Menurutnya, ada dua tipe blogger dengan penghasilan menjanjikan. Pertama, blogger yang juga bekerja sebagai publisher. Kedua, blogger yang bekerja sebagai penulis freelance.

Blogger merangkap publisher, bisa menentukan tema apa yang ingin diangkat. Salah satu keuntungan menjadi blogger yang juga publisher adalah bisa terus menulis secara aktif dan menarik pengiklan. Dari iklan itulah fulus datang. “Blogger bisa menentukan sendiri tarif iklan yang akan dikenakan untuk setiap produk yang dipromosikan di blog-nya,” ucap Budi.

Sedangkan untuk freelance blogger, artikel yang dibuat biasanya berasal dari pesanan pengelola blog atau sesuai dengan tema yang diminta. Blogger akan mendapat bayaran sesuai dengan tulisan yang dimasukkan.

Budi, yang telah mencoba tipe ini, pun mengakui bahwa penghasilan yang diperolehnya sangat lumayan. “Yang pasti, penghasilan dari menjadi blogger jauh lebih besar ketimbang gaji yang diterima seorang karyawan perusahaan,” katanya.

Freelance blogger, menurut Budi, paling banyak dicari perusahaan luar negeri. Di samping mengelola blog sendiri, ia menganjurkan siapa pun untuk menjadi freelance blogger jika ingin menjadikan blog sebagai sumber mata pencarian.

Baik Asri maupun Budi tidak melihat jaringan media sosial seperti Facebook, Twitter sebagai pesaing bol. Sebab karakter blog dengan media-media sosial itu berbeda. Media-media sosial tidak bisa menulis panjang seperti blog, kata Asri. Sementara Budi berpendapat, media sosial justru menjadi alat untuk publikasi. Apalagi situs jejaring sosial yang banyak digunakan saat ini bisa secara otomatis dihubungkan ke blog untuk keperluan publikasi. “Ini bisa menjadi salah satu cara untuk menarik pembaca ke blog kita,” tutup BUdi. (Alex Madji)