Home Inspirasi Jembatan-jembatan yang Pernah Runtuh

Jembatan-jembatan yang Pernah Runtuh

804
0
SHARE


Jembatan Kertanegara atau Jembatan Mahakam di Kutai Kertanegara yang runtuh pada Sabtu, 26 November 2011 sekitar pukul 16.00 WIB, bukanlah satu-satunya yang pernah terjadi di dunia. Di belahan dunia lain, hal serupa juga terjadi. Bedanya, pada peristiwa-peristiwa di sana tidak menelan korban jiwa seperti di Kutai Kertanegara.

Saya hanya mau tunjukkan dua jembatan. Yang satu di perbatasan Amerika Serikat (AS) dan Kanada. Tepatnya di Niagara Fall (AS) dan Ontario Kanada. Yang lainnya di Brisbane Ausralia.

Jembatan di Niagara Fall bernama Honeymoon Bridge (Jembatan Bulan Madu) yang aslinya bernama Upper Steel Arch Bridge. Dia melintas di atas Sungai Niagara dengan panjang 1039 meter . Jembatan ini menghubungkan Kota Ontario Kanada dengan Niagara Falls AS.

Jembatan ini dibangun pada Januari 1897 oleh Niagara Falls and Clifton Suspension Bridge Company. Perusahaan ini semula hanya untuk memperkuat suspensi jembatan, tetapi insinyur perusahaan tersebut, Leffert L Buck, diminta pihak perusahaan untuk mendisain ulang jembatan tersebut. Bahkan ada permintaan supaya dilakukan konstruksi jembatan baru.

The Upper Steel Arch Bridge selesai dibangun dan dibuka bagi kendaraan umum pada 23 Juni 1897. Jembatan itu dilengkapi dengan jalur ganda untuk troli listrik, ruang untuk bagasi dan pejalan kaki. Pemandangan jembatan ini sangat elok dengan struktur yang luar bisa sehingga bisa melihat pemandangan dari ketinggian yang mahaindah.

Pada 18 April 1899, The International Traction Company mencoba memperbaiki kondisi jembatan yang rusak akibat hantaman bongkahan es. Baja-baja yang bengkok dibetulkan, dinding batu setinggi 24 kaki yang dimulai empat kaki di bawah permukaan air dibangun untuk melindungi fondasi jembatan dari hantaman bongkahan es. Upaya itu sukses. Buktinya, jembatan itu tetap dibuka hingga hampir 40 tahun kemudian.

Tetapi The Upper Steel Arch Bridge memiliki muatan yang berlebihan plus tiupan angin yang kencang membuat jembatan itu tidak stabil. Ketidakstabilan itu terjadi pada 8 Juni 1925 dan terekam ketika sekelompok orang berkumpul di jembatan itu untuk menyaksikan fireworks pada perayaan bertajuk “The Festival of Lights”. Para penonton yang memenuhi jembatan itu segera sadar bahwa jembatan bergoyang. Menyadari itu mereka lalu dengan cepat meninggalkan jembatan.

Kalau jembatan itu kolaps bersama begitu banyak orang di atasnya, sungguh sebuah kejadian yang sulit terbayangkan. Dan karena itu, meskipun struktur jembatan tidak mengalami kerusakan, jembatan itu diperkuat untuk menghindari terjadi kecelakaan lebih parah di kemudian hari.

Setelah diperbaiki, jembatan tersebut masih bisa dibuka lagi hingga 13 tahun kemudian sampai Januari 1938. Pada 25 Januari 1938, bongkahan es setinggi 100 kaki dari Danau Erie kembali menghantam jembatan tersebut hingga tiang-tiang penyangganya bengkok. Ditambah lagi tiupan angin kencang mempercepat robohnya jembatan itu. Para saksi mata yakin bahwa jembatan ini tinggal menunggu waktu saja untuk runtuh.

Lalu, wartawan, warga setempat, wisatawan berdatangan ke Niagara Fall. Mereka berharap bisa menyaksikan dengan mata kepala sendiri runtuhnya jembatan tersebut. Dan benar. Dua hari kemudian, tepatnya pada 27 Januari 1938, pada pukul 16.10 sore, sebuah gerakan es kemudian mendorong jembatan tersebut. Akibatnya jembatan itu rubuh dan besi-besi baja berlipat hingga membentuk huruf “W” di bawah es. Besi-besi baja dari jembatan itu kemudian dipotong menjadi enam bagian dan tetap menjadi atraksi menarik bagi para wisatawan. Kemudian potongan-potongan itu diangkat satu demi satu.

Maka untuk menghubungkan Kanada dengan AS, dibangunlah jembatan baru bernama Rainbow Bridge (Jembatan Pelangi) pada 1941 agak sedikit ke utara dari lokasi Honeymoon Bridge yang roboh itu.

Albert Bridge
Satu lagi jembatan yang pernah runtuh yakni Jembatan Albert atau Albert Bridge di Brisbane Australia. Ini adalah jembatan rel kereta api yang menyeberangi Sungai Brisbane, Queensland, Australia dengan panjang 103,7 meter. Jembatan ini menghubungkan antara Stasiun Indooroopilly dan Chelmer.

Pembangunan jembatan ini rampung pada Juli 1875. Selama pembangunan jembatan ini, arus kereta api Ipswich tidak dibuka. Pasca pembangunan, rel kereta api dari Ipswich ke Granschester bisa sambung hingga ke Brisbane.

Jembatan itu runtuh pada 1893 karena banjir. Kemudian dibangun kembali dan rampung pada 1895 dan bertahan hingga saat ini. Jembatan itu dirancang oleh Henry Charles Stanley, Kepala Insinyur Kereta Api Queensland periode 1891-1901. Dalam rancangannya, dia tidak mau mengulangi kesalahan sebelumnya sehingga jembatan itu bisa runtuh akibat banjir.

Jembatan itu dibuka kembali pada Agustus 1895 dan tetap menjadi jembatan tebesar di Australia. Kedua jembatan itu tetap diberi nama Albert Bridge untuk menghormati Pangeran Wales, Pangeran Albert.

Selama konstruksi jembatan yang kedua pasca runtuh akibat banjir, sebanyak 240 pekerja dikerahkan. Pada jembatan itu disediakan pula tempat pejalan kaki (pedestarian), hingga dibangun Jembatan Walter Taylor pada 1937 di dekat Albert Bridge. Ada juga jembatan kereta api yang tanpa nama dan terletak antara Albert Bridge dan Walter Taylor Bridge.
Itulah dua jembatan yang pernah runtuh dan berhasil dibangun kembali. Runtuhnya dua jembatan itu bukan karena kelalaian manusia, seperti yang terjadi di Jembatan Kertanegara. Tetapi karena faktor alam yang berada di luar jangkauan manusia. (Dari berbagai sumber/Alex Madji)